PADEK.JAWAPOS.COM–Seorang pria berusia 55 tahun ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di kawasan perkebunan kelapa sawit yang terletak di Jorong Labuh Lurus Baru, Nagari Aia Gadang Barat, Kabupaten Pasaman Barat, Senin malam (29/6/2026).
Warga yang menemukan korban segera meminta bantuan evakuasi kepada Pos SAR Pasaman untuk penanganan lebih lanjut.
Korban dikenali sebagai Zainal Arifin, seorang laki-laki warga setempat. Ia diketahui berangkat ke kebun sawit miliknya sejak pagi hari untuk melaksanakan kegiatan panen.
Namun, hingga larut malam, Zainal tidak kunjung kembali ke kediaman, sehingga memicu kekhawatiran di kalangan keluarga dan para pekerja panen.
Kasi Ops Kantor SAR Kelas A Padang, Hendri, memaparkan kronologi kejadian berdasarkan laporan yang diterima pihaknya.
Menurut Hendri, Zainal Arifin bertolak menuju kebun pada pukul 08.00 WIB. Di tengah hari, sekitar waktu Zuhur, korban sempat pulang ke rumah untuk menunaikan ibadah salat, sebelum kembali lagi ke kebun guna melanjutkan panen yang belum tuntas.
Baca Juga: Gelombang Panas Tewaskan Lebih dari 1.300 Orang
"Tim rescue Pos SAR Pasaman langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 22.46 WIB dengan sembilan personel setelah menerima laporan bahwa korban ditemukan warga dalam keadaan meninggal dunia" ujar Hendri dalam keterangan resminya, Selasa (30/6/2026).
Berdasarkan keterangan para pemanen yang turut bekerja bersama Zainal, seluruh kegiatan panen dinyatakan rampung pada sekitar pukul 19.30 WIB.
Seluruh pekerja disebut telah meninggalkan lokasi kebun dan kembali ke tempat masing-masing. Namun, Zainal justru tidak terlihat ikut pulang bersama rekan-rekannya, hingga akhirnya warga setempat menemukannya tak bernyawa di dalam kebun pada pukul 22.35 WIB.
Baca Juga: Apakah Bukittinggi masih Layak Disebut Kota Wisata?
Wali Nagari Aia Gadang Barat, Khairil Ikhwan, menjadi pihak pertama yang meneruskan informasi tersebut kepada pihak Basarnas.
Laporan disampaikan pada pukul 22.37 WIB, hanya berselang beberapa menit setelah penemuan jenazah korban oleh warga. Titik penemuan jenazah tercatat pada koordinat 0°10'55.0"N 99°46'28.4"E.
Lokasi kejadian berada pada jarak lurus sekitar 12,36 kilometer dari Pos SAR Pasaman, sementara jarak tempuh melalui jalur darat mencapai 18,3 kilometer dengan arah radial 301,03 derajat ke barat.
Baca Juga: Solar Subsidi Langka karena Apa?
Dengan estimasi waktu perjalanan sekitar 30 menit, tim rescue Pos SAR Pasaman langsung mengerahkan sembilan personel menuju lokasi kejadian, tepat sembilan menit setelah laporan pertama diterima.
Dalam operasi evakuasi mayat tersebut, tim SAR membawa sejumlah perlengkapan lengkap, meliputi rescue car tipe 1, ambulans, perlengkapan evakuasi, perlengkapan medis, perlengkapan komunikasi, serta peralatan SAR pendukung lainnya.
Kondisi cuaca pada saat operasi dilaporkan dalam keadaan cerah, sehingga tidak ada hambatan berarti yang mengganggu jalannya proses evakuasi.
Baca Juga: PKM Jurusan Bahasa Inggris PNP Bekali Remaja Masjid Padang dengan Public Speaking
Proses evakuasi mayat Zainal Arifin ditangani sepenuhnya oleh Tim SAR bersama unsur-unsur terkait di lapangan. (cc1)
Editor : Adetio Purtama