PASBAR, PADEK.JAWAPOS.COM— Minat sekolah menjalin kerja sama dengan Perpustakaan Daerah Kabupaten Pasaman Barat terus meningkat. Dari target lima sekolah, saat ini sekitar 10 sekolah telah bekerja sama untuk mendukung kegiatan literasi dan peminjaman buku.
Kepala Bidang Pelayanan Perpustakaan Daerah Pasaman Barat, Resky, 53, mengatakan sekolah yang telah bekerja sama dapat meminjam hingga 300 buku dengan masa peminjaman selama dua bulan berdasarkan MoU.
“Target kita lima, sekarang sudah di atas target. Kondisinya buku kita terbatas, sedangkan peminatnya cukup banyak,” kata Resky.
Selain peminjaman buku, beberapa sekolah datang hampir setiap minggu untuk melaksanakan outing class.
Siswa mengikuti kegiatan membaca, pengenalan perpustakaan hingga aktivitas di studio mini.
“Biasanya kami sambut dengan kegiatan membaca, pengenalan perpustakaan, kemudian lanjut ke studio mini. Semacam program kecil yang kami siapkan di depan,” ujarnya.
Resky mengatakan jumlah pengunjung perpustakaan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Pengunjung masih didominasi pelajar, terutama siswa SMA yang datang untuk mengikuti kunjungan maupun kegiatan literasi.
Perpustakaan juga menyediakan ruang anak dan klinik perpustakaan. Dalam pelaksanaannya, terdapat pembina yang mendampingi peserta kegiatan, termasuk anak magang dari sekolah.
Kepala Program Perpustakaan Daerah Pasaman Barat, Agustia Mondra, 42, mengatakan pengembangan literasi turut menyasar pustakawan sekolah dan guru.
Perpustakaan mengundang pustakawan sekolah dalam kegiatan literasi untuk menambah wawasan dan meningkatkan semangat dalam menjalankan tugas.
“Kami biasanya mengundang pustakawan sekolah. Tujuannya untuk menambah wawasan dan menaikkan semangat pustakawan,” katanya.
Sebelumnya, perpustakaan menjalankan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial bagi masyarakat umum.
Sekitar dua tahun lalu, salah satu kegiatannya berupa pelatihan merajut, seperti membuat tas dan berbagai hiasan dari hasil rajutan.
Menurut Mondra, sejumlah peserta pelatihan telah mampu menjual hasil rajutannya sehingga keterampilan yang diperoleh dapat dikembangkan dan memberikan manfaat secara ekonomi.
“Alhamdulillah, yang ikut pelatihan sudah ada yang bisa menjual hasil rajutannya. Jadi hasil dari pelatihan itu bisa dikembangkan,” katanya.
Saat ini, kegiatan perpustakaan lebih banyak diarahkan melalui sekolah karena kunjungan dan kerja sama terus berjalan.
Buku yang banyak diminati pengunjung antara lain sastra, teknologi dan sains.
Di tengah keterbatasan koleksi, perpustakaan berharap mendapat dukungan untuk pengembangan layanan dan koleksi, termasuk kemudahan dalam proses akreditasi.
Untuk memperluas jangkauan layanan, perpustakaan keliling direncanakan masuk dalam program 2027.
Layanan tersebut diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang belum dapat datang langsung ke Perpustakaan Daerah Kabupaten Pasaman Barat.(mg11)