Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Camat dan Walnag Diminta Ikut Cegah Karakul

Willian. • Selasa, 5 Agustus 2025 | 15:30 WIB
Bupati Pasaman, Welly Suhery, saat memberikan arahan dalam kegiatan coffee morning bersama camat dan wali nagari se-Kabupaten Pasaman di Ruang Rapat Bupati, Senin (4/8/).(PEMKAB PASAMAN UNTUK PADEK)
Bupati Pasaman, Welly Suhery, saat memberikan arahan dalam kegiatan coffee morning bersama camat dan wali nagari se-Kabupaten Pasaman di Ruang Rapat Bupati, Senin (4/8/).(PEMKAB PASAMAN UNTUK PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Pasaman, Bupati Pasaman, Welly Suhery, menginstruksikan seluruh camat, wali nagari, dan pemangku kepentingan terkait untuk meningkatkan langkah-langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah masing-masing.

Instruksi tersebut disampaikan dalam kegiatan coffee morning pemerintah daerah yang digelar di Ruang Rapat Bupati Pasaman, Senin (4/8).

Pertemuan tersebut juga membahas program ketahanan pangan nagari dan dihadiri oleh seluruh camat dan wali nagari se-Kabupaten Pasaman.

“Kita mengimbau kepada seluruh camat, wali nagari, dan stakeholder terkait untuk melakukan upaya pencegahan karhutla sejak dini,” ujar Bupati Welly Suhery.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Bupati Pasaman Parulian Dalimunthe, Sekretaris Kabupaten Silvia Evayanti, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Teddy Martha, Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Muhammad Yasrin Syaputra, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari Hasrizal, Plt. Kepala Pelaksana BPBD Dedi, serta jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman lainnya.

Menurut Welly Suhery, kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan perlu ditingkatkan, terutama karena kondisi cuaca yang tidak menentu belakangan ini.

Ia menegaskan bahwa langkah pencegahan merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kelestarian alam dan lingkungan. “Penanganan terhadap maraknya kebakaran hutan dan lahan harus diiringi dengan pencarian solusi yang konkret.

Ini penting demi menjaga keberlanjutan ekosistem serta keselamatan masyarakat,” tegasnya. Dalam sesi dialog dengan para camat dan wali nagari, sejumlah isu mencuat.

Camat Mapat Tunggul Selatan, misalnya, menyampaikan bahwa beberapa kejadian kebakaran terjadi di lahan produktif milik warga, seperti kebun kakao, jagung, dan serai wangi.

Ia menyebutkan bahwa kebakaran tersebut tidak dilakukan secara sengaja, karena lahan itu merupakan sumber penghidupan masyarakat.

Namun, ia juga mengungkapkan adanya permohonan dari sebagian warga untuk memperluas lahan perkebunan dengan cara membakar. Hal ini, menurutnya, menjadi tantangan yang kompleks mengingat kondisi ekonomi masyarakat yang bergantung pada hasil kebun.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Welly Suhery menegaskan bahwa seluruh aparatur pemerintah daerah harus turun langsung ke masyarakat guna memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai bahaya serta dampak negatif dari membuka lahan dengan cara membakar.

Ia juga mengajak masyarakat agar aktif melaporkan kepada perangkat nagari, kecamatan, maupun aparat penegak hukum jika menemukan indikasi pembakaran lahan secara sengaja.

“Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan, kita optimistis potensi karhutla di Kabupaten Pasaman dapat dicegah sejak dini,” ungkap Welly.

“Kita semua harus bergerak bersama. Jangan sampai kebakaran terjadi karena kelalaian kita. Lakukan pencegahan sejak awal demi keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan,” pungkasnya. (wni)

 

Editor : Novitri Selvia
#Coffee Morning #BPBD Pasaman #Welly Suhery #karhutla