Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Menteri Ekonomi Kreatif dan Anggit Kurniawan Nasution Bahas Industri Kreatif Berbasis Lokal

Willian. • Selasa, 16 September 2025 | 21:05 WIB
Anggit Kurniawan Nasution usai berbincang hangat dengan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya.
Anggit Kurniawan Nasution usai berbincang hangat dengan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya.

PADEK.JAWAPOS.COM—Potensi besar Kabupaten Pasaman sebagai pusat ekonomi kreatif baru di Sumatera Barat menjadi topik utama dalam diskusi mendalam antara Anggit Kurniawan Nasution dan Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, Selasa (16/9/2025).

Pertemuan tersebut mengupas peluang serta tantangan dalam memaksimalkan kekayaan alam, budaya, dan energi kreatif masyarakat Pasaman.

Teuku Riefky Harsya, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat (sebelumnya Sekjen DPP Partai Demokrat periode 2020–2025), menilai bahwa potensi Pasaman sangat layak untuk dikembangkan dalam kerangka ekonomi kreatif nasional.

Ia menyebutkan, dengan strategi yang tepat, Pasaman dapat menjadi contoh sukses bagaimana daerah bisa tumbuh melalui pemanfaatan sumber daya lokal secara inovatif.

“Pasaman memiliki kekayaan budaya, kuliner, kerajinan tangan, serta alam yang luar biasa. Yang diperlukan adalah strategi untuk mengangkat semua potensi ini menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan. Perlu ada pendampingan, pelatihan, dan integrasi dengan pasar yang lebih luas,” ujar Teuku Riefky Harsya, diamini Anggit Kurniawan Nasution.

Menurutnya, sektor ekonomi kreatif tidak hanya menciptakan peluang kerja, tetapi juga bisa memperkuat identitas budaya lokal. Ia juga menekankan pentingnya peran anak muda dalam proses ini, terutama dalam menghadirkan ide-ide segar yang relevan dengan zaman.

Sementara itu, Anggit Kurniawan Nasution, inisiator diskusi, menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya membangun ekosistem kreatif yang berbasis pada kearifan lokal dan semangat kewirausahaan generasi muda.

Ia menyebutkan bahwa Pasaman menyimpan banyak potensi yang selama ini belum sepenuhnya tergali.

“Banyak anak muda di Pasaman yang punya semangat dan ide besar, tapi belum punya akses ke sumber daya, pelatihan, atau jaringan pasar yang lebih luas. Padahal, kalau diberikan ruang, mereka bisa menjadi pelaku utama dalam industri kreatif,” ungkap Anggit Nasution.

Diskusi tersebut juga menyentuh berbagai ide konkret, seperti pengembangan produk lokal berbasis budaya, penguatan UMKM kreatif melalui inkubasi bisnis, serta digitalisasi sebagai sarana promosi dan distribusi produk lokal. (*)

Editor : Adetio Purtama
#Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya #Anggit Kurniawan Nasution