Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Bupati Pasaman Pimpin Apel Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Hidrometeorologi

Willian. • Rabu, 5 November 2025 | 14:42 WIB

ARAHAN: Bupati Pasaman Welly Suhery saat meninjau peralatan kebencanaan pada Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025 di halaman Mapolres Pasaman, Selasa (4/11).
ARAHAN: Bupati Pasaman Welly Suhery saat meninjau peralatan kebencanaan pada Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025 di halaman Mapolres Pasaman, Selasa (4/11).

PADEK.JAWAPOS.COM-Bencana hidrometeorologi menjadi perhatian serius bagi Pemkab Pasaman. Hal itu mengingat dampaknya yang besar terhadap masyarakat, termasuk korban bencana itu sendiri.

Maka itu, kesiapsiagaan menghadapi potensi potensi bencana hidrometeorologi harus dilalukan sebelum bencana itu melanda.

Hal itu disampaikan Bupati Pasaman Welly Suhery pada Apel Serentak Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025 di halaman Mapolres Pasaman, Selasa (4/11).

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Pasaman, Plt Kadis Kominfo Pasaman Tedy Marta dan juga diikuti oleh personel Polres Pasaman, Badan Penanggulangan Bencana (BPBD), Satpol PP, Dinas Perhubungan, unsur Kejaksaan Negeri Pasaman, serta berbagai unsur terkait lainnya.

Bupati Welly Suhery menambahkan, bahwa Kabupaten Pasaman merupakan salah satu daerah yang rawan terhadap bencana hidrometeorologi. Karena itu, menrutnya sangat penting membangun daerah tangguh bencana.

Salah satu caranya yakni melakukan peningkatan kesadaran dan kesiapan masyarakat terhadap bencana itu sendiri.

“Sejak dini, kita harus mempersiapkan diri serta membentuk masyarakat yang tangguh terhadap bencana. Jika masyarakatnya tangguh, maka daerahnya pun akan tangguh menghadapi bencana,” tegas Bupati Welly.

Lebih lanjut, bupati menjelaskan bahwa dalam konteks penanggulangan bencana, Pemkab Pasaman menempatkan isu kebencanaan sebagai prioritas utama.

Karena itu, persoalan kebencanaan masuk dalam salah satu program unggulan yang dijalankan Pemkab Pasaman.

“Sepeeti Nagari Tangguh Bencana. Dalam program ini masyarakat itu sendiri dibentuk menjadi masyarakat yang tangguh bencana. Jika tangguh, masyarakat itu tidak lagi menjadi objek atau terdampak bencana yang terjadi,” jelas Bupati yabg dikenal dengan kesederhanaanya ini.

Bupati Welly berharap, melalui program Nagari Tangguh Bencana, masyarakat dapat proaktif dalam melakukan mitigasi dan penanganan bencana, sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminiaisir.

“Pemkab Pasaman juga akan terus intens melakukan sosialisai, edukasi dan memperkuat mitigasi bencana itu hingga ke masyarakat, termasuk masyarakat terjauh di Pasaman. Ini menjadi tanggungjawab kita bersama,”pungkasnya.

Seperti diketahui, bencana hidrometeorologi sendiri merupakan bencana yang disebabkan oleh aktivitas alam, seperti perubahan cuaca, seperti siklus hidrologi, curah hujan, temperatur, angin, dan kelembapan udara.

Jenis bencana hidrometeorologi seperti banjir, kekeringan, longsor, angin puting beliung, badai, kebakaran hutan, hingga gelombang panas maupun dingin. (wni)

Editor : Novitri Selvia
#Hidrometeorologi #pemkab pasaman #Welly Suhery #mitigasi