Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Indeks Kualitas Air Menurun, DLH Prakarsai Goro di Batang Agam

Novitri Selvia • Selasa, 1 Desember 2020 | 10:11 WIB
ilustrasi. (net)
ilustrasi. (net)
Indeks Kualitas Air di Kota Payakumbuh sedang mengalami penurunan. Ini diakui oleh Asisten II Setko Payakumbuh Elzadaswarman, saat mengikuti aksi bersih-bersih Batang Agam yang diprakarsasi Dinas Lingkungan Hidup Payakumbuh di kawasan Jembatan Ratapan Ibuh.

Elzadaswarman menyebut, Kota Payakumbuh secara garis besar memiliki tujuh sungai. Terdiri dari Batang Agam, Batang Lampasi, Batang Pulau, Batang Sikali, Batang Baih, Sungai Tembok Jua, dan Sungai Talang. Tercemarnya suatu sungai dapat diidentifikasi dengan Indeks Kualitas Air (IKA).

”Saat ini IKA, Kota Payakumbuh mengalami penurunan dari tahun 2019, yakni sebesar 70,83 persen menjadi 65 persen di tahun 2020. Hal ini menandakan adanya penurunan kualitas air sungai di Payakumbuh. Sebab itu, gotong-royong dalam rangka membersihkan Batang Agam ini menjadi sesuatu yang sangat penting,” kata Om Zed, panggilan akrab Elzadaswarman.

Dia juga menyebut, Batang Agam dan sungai-sungai lainnya yang ada di Payakumbuh memiliki memiliki peran penting sebagai sumber kehidupan. Banyak manfaat sungai untuk kepentingan manusia. Antara lain, untuk pembangkit tenaga listrik, mengairi sawah, untuk pariwisata dan untuk tempat hidup binatang. Itu membuktikan, jika air punya peranan penting bagi kehidupan,” ucapnya.

Di sisi lain, aksi gotong-royong membersihkan sampah di Batang Agam yang diprakarsai Dinas Lingkungan Hidup Payakumbuh, dinilai tepat oleh banyak pihak. Apalagi, musim hujan sudah datang. Membuat Batang Agam mulai meluap. Luapannya juga disertai dengan sampah-sampah yang sangat rawan memicu terjadinya banjir.

Sekretaris DLH Payakumbuh, Syamsurial menyebut, dalam aksi bersih-bersih Batang Agam ini, DLH Payakumbuh juga didukung jajaran Kecamatan Payakumbuh Utara dan Kecamatan Payakumbuh Timur. Berikut jajaran Kelurahan Kotokaciak Kubu Tapak Rajo, Balai Tongah Koto, dan Koto Baru Payobasuang. Bahkan, Tim Komunitas Pecinta Sungai (Kompas), serta Mahasiswa STKIP Abdi Pendidikan Kota Payakumbuh juga ikut dalam aksi ini.

”Semoga dengan pelaksanaan Goro Bersama ini, dapat menjadi momentum bagi kita semua untuk selalu meningkatkan kepedulian dan peran serta kita dalam menjaga kualitas air sungai di Kota Payakumbuh. Sehingga manfaat dari keberadaan sungai ini dapat terus dirasakan oleh anak hingga cucu kita kelak,” kata Syamsurial mewakili Kepala Dinas LH Payakumbuh Dafrul Pasi. (frv) Editor : Novitri Selvia
#Batang Agam #goro #indeks kualitas air