Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Belum 18 Tahun, Disya Remaja di Payakumbuh Batal Divaksin

Novitri Selvia • Selasa, 6 Juli 2021 | 10:55 WIB
ilustrasi pemberian vaksin covid-19.(NET)
ilustrasi pemberian vaksin covid-19.(NET)
Ketika masih ada warga Payakumbuh yang ragu-ragu dan takut untuk divaksin Covid-19, seorang remaja wanita di Payakumbuh, justru mendatangi salah satu tempat vaksinasi di Kota Rendang ini. Remaja bernama Disya itu meminta untuk divaksin. Sayang, karena usianya belum genap 18 tahun, Disya terpaksa menunggu.

Disya sendiri merupakan warga Lingkungan Nan Kodok, Kelurahan Tigo Koto Dibaruah, Kecamatan Payakumbuh Utara. Disya baru saja lulus dari SMAN 2 Payakumbuh yang dikenal juga sebagai SMA Bukik Sitabuah atau Campus Flamboyan itu.

Untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, Disya dengan kesadaran sendiri, pada Senin siang (28/6), mendatangi tempat vaksinasi Covid-19 di dekat rumahnya. Tepatnya lagi di Gedung PAUD Bougenville, Lingkungan Balai Gurun, Kelurahan Balai Tongah Koto.
Disya yang mengaku ingin divaksin karena mau masuk kuliah.

“Sayang sekali, 1 bulan lagi umur saya baru 18 tahun. Kata petugasnya sesuai prosedur harus menunggu dahulu, tidak apa-apa sih,” ujar gadis manis berseragam pramuka itu.

Disya bukanlah satu-satunya remaja yang dengan kesadaranya meminta untuk divaksin. Ada lagi, gadis lain bernama Sarah, 23 tahun, yang datang ke Gedung PAUD Bougenville bersama kakaknya. Sarah bertanya kepada petugas kesehatan apakah orang yang sudah pernah positif Covid-19 tak perlu lagi divaksin, karena orang tuanya pernah positif Covid-19.

“Ternyata, lebih baik ikut vaksin, nanti akan kami bawa orang tua ke tempat vaksinasi selanjutnya. Terkait berita-berita hoaks, kita selalu bertanya ke orang yang berkompeten. Memang nyatanya setelah divaksin tak ada apa-apa seperti hoks yang beredar itu. Tapi ada rasa kebas karena telah disuntik itukan wajar,” kata mahasiswi semester 8 di Universitas Padjajaran Bandung itu.

Menurut petugas Puskesmas Tarok, selain Disya, ada 1 lagi warga berumur di bawah 18 tahun yang datang mendaftar ikut vaksinasi. “Umur mereka baru 17 tahun, yang satu ulang tahun pada akhir Juli dan satu lagi di Agustus,” kata petugas di meja pendaftaran.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh dr. Bakhrizal menyampaikan memang usia di bawah 18 tahun belum diperbolehkan ikut vaksinasi. Saat ini target pemerintah baru lansia, petugas publik, tenaga kesehatan, tenaga pendidik, dan warga berusia di atas 18 tahun.

“Kita mengapresiasi antusias dari masyarakat yang ikut vaksinasi, tetapi untuk patuh aturan, tetap usia di bawah 18 tahun belum boleh ikut,” ujarnya.

Dari pantauan di lapangan, vaksinasi tahap kedua untuk Kelurahan Balai Tongah Koto yang dilaksanakan Puskesmas Tarok di bawah pimpinan Rika Rahmawati. Prosesi vaksinasi ini dikuti oleh anak-anak muda umur 19 tahun ke atas dan sebagiannya ibu-ibu rumah tangga.

Menurut Lurah Balai Tongah Koto Ronal Sutan Parmato, pelaksanaan vaksinasi di Balai Tongah Koto untuk tahap satu telah selesai dilaksanakan pada pertengahan Juni lalu. Untuk tahap kedua baru selesai dilaksanakan di lingkungan Balai Jariang beberapa hari lalu. “Kini dilaksanakan di lingkungan Balai Gurun, setelah ini bakal dilaksanakan di Balai Godang,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Desfitawarni yang selalu mobile memonitor pelaksanaan vaksinasi di wilayahnya. ikut mensosialisasikan kepada warga tentang perlunya ikut divaksin. Camat juga berharap warga yang sudah divaksin dapat ikut menjelaskan kalau hoax yang beredar seputar vaksinasi harus dilawan, bukan diterima begitu saja.

“Mari kita sukseskan gebyar vaksinasi di Payakumbuh, semakin banyak divaksin, semakin banyak masyarakat yang imun terhadap dampak Covid-19. Dengan begitu, kita bakal bisa mewujudkan Payakumbuh ke zona hijau dan kita bisa beraktivitas normal kembali, ini ikhtiar kita bersama,” ungkap Devi, panggilan akrab Desfitawarni. (***) Editor : Novitri Selvia
#vaksin #Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh #payakumbuh #Disya #vaksinasi