Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Hewan Langka ”Nginap” di WC Warga, Usai Evakuasi Langsung Dilepas BKSDA

Novitri Selvia • Jumat, 19 November 2021 | 14:23 WIB
Hewan langka, binturong.(NET)
Hewan langka, binturong.(NET)
Warga yang tinggal di kawasan Balai Cacang, Kelurahan Ikua Koto Dibalai, Nagari Koto Nan Gadang, Kota Payakumbuh, Kamis pagi (18/11), dikejutkan dengan penemuan seekor hewan berbentuk musang, namun berukuran lebih besar dan berbulu lebih lebat.

Hewan yang sempat dikira “baribeh” (beruang madu) oleh sebagian warga itu, ditemukan pertama kali di dalam sebuah WC di rumah seorang pensiunan guru SMPN 2 Payakumbuh bernama Nuri Jasni, 61.

Penghuni rumah yang kaget melihat ada hewan “aneh” di kamar mandinya, langsung memberitahu tetangga dan warga sekitar. Tidak lama berselang, awak Pemadam Kebakaran (Damkar) Payakumbuh yang punya tim khusus untuk penyelamatan jiwa atau evakuasi hewan berbisa dan berbahaya, juga datang ke Balai Cacang, untuk melihat hewan aneh itu.

“Awalnya, anggota kita dapat informasi, bahwa ada hewan berbentuk musang tapi berukuran lebih besar, ditemukan di rumah pensiunan guru SMP di kawasan Balai Cacang. Warga sekitar, sempat mengira dan menyebut hewan itu sebagai baribeh (beruang madu). Tapi, setelah kita lihat, ternyata itu adalah binturuang atau binturung yang merupakan hewan langka,” kata Kabid Damkar Payakumbuh Budi Kurniawan kepada Padang Ekspres.

Mantan ajudan Wali Kota Riza Falepi ini menyebut, awak Damkar yang datang ke Balai Cacang, membutuhkan waktu tidak terlalu lama, untuk mengevakuasi binturung yang masuk dan terjebak di kamar mandi warga tersebut.

Setelah ditangkap dengan peralatan yang sesuai dengan SOP evakuasi satwa, binturung itu kemudian dimasukkan ke dalam sangkar besi dan diboyong ke Posko Damkar di kawasan Nunang Daya Bangun.

“Sesampai di posko Damkar, saya sampaikan kepada teman-teman, bahwa binturung ini adalah hewan langka yang dilindungi. Karenanya, saya minta, teman-teman untuk berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Limapuluh Kota yang wilayah kerjanya meliputi Limapuluh Kota dan Payakumbuh,” kata Budi Kurniawan.

Dari hasil koordinasi Damkar Payakumbuh dengan BKSDA Resort Limapuluh Kota, akhirnya didapat kepastian bahwa hewan yang ditemukan di rumah pensiunan guru di Balai Cacang adalah binturung. Hewan yang bernama latin Arctictis Binturong itu kemudian diserahkan Damkar Payakumbuh ke BKSDA Resort Limapuluh Kota.

“Binturung itu diserahkan Danton Indra Jaya bersama Kasi Sapras Doni Bachtiar, Danru I dan Danru 2 beserta anggota ke BKSDA Resort Limapuluh Kota. Pesan kami kepada warga Payakumbuh, bisa meminta bantuan Damkar untuk evakuasi hewan berbisa dan berbahaya, dengan menghubungi quick respons Damkar Payakumbuh di nomor 0752-92913,” kata Budi Kurniawan yang didampingi Kasi Operasional Damkar Eci.

Di sisi lain, Kepala BKSDA Resort Limapuluh Kota Martias yang dihubungi Padang Ekspres secara terpisah, membenarkan, jika binturung yang ditemukan menyasar di permukiman warga Balai Cacang dan dievakuasi oleh petugas Damkar Payakumbuh, sudah diserahkan kepada pihak BKSDA. “Binturung itu termasuk hewan yang mulai langka dan dilindungi Undang-Undang,” kata Martias.

Martias menyebut, setelah dijemput ke Posko Damkar Payakumbuh, binturung yang menyasar ke permukiman warga itu kemudian dilepasliarkan petugas BKSDA. “Setelah dijemput ke Posko Damkar Payakumbuh, binturung itu langsung kami lepasliarkan ke salah satu kawasan hutan konservasi di Kabupaten Limapuluh Kota. Tapi wilayah hutannya tak bisa kami sebutkan secara terbuka, karena ini hewan dilindungi,” kata Martias.

Dia menyebut, binturung adalah sejenis musang berbulu besar. Berdasarkan Red List IUCN, binturung masuk dalam hewan dengan status vulnerable atau rentan akibat adanya penurunan jumlah populasi. Di Indonesia sendiri, bintutung termasuk dalam satwa dilindungi yang diatur dalam UU Nomor 7 tahun 1999.

“Binturung ini adalah hewan langka dan dilindungi yang aktifitasnya lebih banyak di malam hari, seperti umumnya bangsa musang. Kadang-kadang juga ada yang aktif siang hari. Sedangkan makananya, umumnya adalah buah-buahan. Walau kadang kala, hewan ini juga memakan daging,” kata Martias.

Menurut Martias, binturung yang ditemukan di Payakumbuh, bukanlah satu-satunya hewan yang dilepasliarkan BKSDA Resort Limapuluh Kota, dalam beberapa bulan terakhir.

“Sebelum binturung, kami juga melepasliarkan harimau dahan, beruang madu, dan tapir Sumatera,” kata Martias. Dia merinci, harimau dahan yang dilepasliarkan BKSDA Resort Limapuluh Kota adalah harimau dahan yang ditangkap bersama warga di Nagari Sikabu-Kabu Tanjuang Haro Padangpanjang. Sedangkan beruang madu yang dilepasliarkan, itu kami tangkap bersama warga di Nagari Piobang. Sementara tapir Sumatera, itu ditemukan di kawasan Rimbo Data,” kata Martias.

Pihak BKSDA Resort Limapuluh Kota tidak berkomentar banyak, kenapa akhir-akhir ini hewan-hewan langka dan dilindungi, sering masuk ke kawasan permukiman dan perladangan warga. Hanya saja, BKSDA mengimbau warga untuk tetap menjaga ekosistem hutan, termasuk habitat yang menghuninya. (frv) Editor : Novitri Selvia
#binturong #Damkar Payakumbuh #hewan langka