Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Sejarah Masjid King Salman yang Dibangun Arab Saudi di Payakumbuh

Admin Padek • Jumat, 10 Desember 2021 | 19:19 WIB
Photo
Photo

Gagal membangun Masjid Agung Payakumbuh menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah.(APBD), Wali Kota Riza Falepi membidik bantuan Pemerintah Arab Saudi. Masjid itu dinamai King Salman.


Rencana pembangunan masjid agung itu, ternyata telah dimulai sejak tahun 2012 silam. Pemko Payakumbuh di bawah kepempinan Wali Kota Riza Falepi Datuak Rajo Ka Ampek Suku, berniat membangun Masjid Raya atau Masjid Agung.


Untuk mewujudkan niat itu, sejak tahun 2019, Pemko Payakumbuh sudah mengalokasikan anggaran buat pembebasan tanah yang terkena pembangunan Masjid Agung. Tanah yang dibebaskan itu berlokasi di kawasan Sawahkoreh, Pakansinayan, Koto Nan Ompek, Payakumbuh Barat.


Secara keseluruhan, ada 43 persil tanah yang terkena rencana pembangunan Masjid Agung Payakumbuh. Dari 43 persil tanah itu, 37 persil sudah dibayarkan ganti wajarnya oleh pemerintah daerah. Tinggal enam persil lagi yang belum dibayarkan. "Ini duitnya besar-besar," kata Sekretaris Camat Payakumbuh Zailendra kepada Padang Ekspres, beberapa waktu lalu.


Dari enam persil tanah yang belum dibayar ganti wajarnya itu, ada dua persil tanah yang pemiliknya tidak menerima harga ganti wajar yang ditetapkan oleh KJPP (Konsultan Jasa Penilai Publik). Dan, ada lagi satu persil tanah yang pemiliknya mengalami konflik internal kaum.


Meski begitu, persoalan tiga persil tanah yang belum tuntas ini, tidak mengganggu rencana pembangunan Masjid Agung Payakumbuh. Karena letak ketiga persil tanah itu ada di tepi atau tidak di tengah lokasi pembangunan masjid. Hanya saja, yang menjadi persoalan adalah anggaran untuk memulai pembangunan fisik Masjid Agung.


Pada Agustus 2020 lalu, Pemko dan DPRD Payakumbuh memang sepakat, membangun Masjid Agung dengan sistem multi year atau kontrak tahun jamak. Inii karena pelaksanaan pengerjaannya, membebani APBD lebih dari satu tahun anggaran.


Akan tetapi, dua bulan kemudian, tepatnya November 2020, Pemko dan DPRD Payakumbuh  membatalkan nota kesepakatan tentang Pelaksanaan Sub Kegiatan Tahun Jamak Pembangunan Masjid Agung. Ini terjadi karena berkurangnya pendapatan daerah yang diterima Payakumbuh pada tahun anggaran 2021 gara-gara pandemi Covid-19.


Bantuan Arab Saudi


Walau gagal membangun Masjid Agung menggunakan APBD tahun 2021, Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi tidak hilang akal. Pemimpin 'hafidzun alim' ini membidik bantuan Arab Saudi. Dengan restu dari Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Riza Falepi mengajukan proposal pembangunan Masjid Agung ke Kedutaan Besar (Kedubes) Arab Saudi di Jakarta.


Rupanya, proposal yang dikirim Riza Falepi direspons Kedubes Arab Saudi. Buktinya, Kepala Atase Agama Kedubes Arab Saudi di Jakarta, Syeikh Ahmad Bin Essa Al Hazmi, sengaja datang ke Payakumbuh, Rabu lalu (8/12). Syekh Ahmad datang untuk melihat lokasi pembangunan Masjid Agung Payakumbuh.


Kedatangan Syekh Ahmad bersama sejawatnya Buya Zein, disambut hangat Riza Falepi bersama Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah. Selain mereka, Kapolres Payakumbuh AKBP Alex Prawira yang dikenal 'siak' itu, juga turut mendampingi kunjungan Syekh Ahmad, bersama sejumlah Kepala OPD.


Dalam kesempatan itu, Riza Falepi mengaku terharu, proposal pembangunan Masjid Agung direspons Kedubes Arab Saudi. Riza menyebut, kalau Masjid Agung dibangun dengan APBD, diperkirakan baru selesai dalam 10 tahun. Dengan catatan, dianggarkan setiap tahun. Dan kepala daerah berikutnya, komit untuk melanjutkan. Tapi jika tidak, tentu masjid ini tak jadi-jadi.


Atas dasar keterbatasan APBD itu pula, Riza Falepi nekat membuat proposal ke Kedubes Arab Saudi. Riza berharap, Syeikh Ahmad yang datang ke Payakumbuh bisa menyampaikan kepada Raja Salman agar berkenan membangunkan Masjid Agung di Payakumbuh. Jika selesai, masjid Agung ini akan dinamai sebagai Masjid King Salman.


Riza Falepi juga mengaku siap dipanggil ratusan kali ke Kedubes Arab Saudi di Jakarta untuk menyelesaikan pembangunan Masjid Agung. "Karena  ini menjadi tanggung jawab saya. Walaupun hampir selesai jabatan sebagai wali kota," kata Riza.


Photo
Photo


Bak gayung bersambut, Kepala Atase Agama Kedubes Arab Saudi, Syeikh Ahmad Bin Essa Al Hazmi, berjanji akan memperjuangkan proposal pembangunan Masjid Agung Payakumbuh. "Saya akan berupaya maksimal, agar niat membangun masjid ini tercapai," kata Syekh Ahmad yang membawa oleh-oleh ke Payakumbuh berupa 10 karton Al-Quran cetakan Madinah dan 10 karton kurma dari kebun Pangeran Amir Sulton.


Syeih Ahmad juga memuji ketulusan Riza Falepi dalam membangun Masjid Agung. Walau sudah dipengujung jabatan, tapi Riza tetap berupaya mewujudkan cita-cita mulia ini. Syeikh Ahmad juga mendoakan, Riza dapat jabatan lebih baik setelah jadi wali kota. "Begitu orang perkasa punya tanggung jawab besar, semoga pindah ke tempat yang lebih baik lagi," kata Syeikh Ahmad.


Disisi lain, Kepala Dinas PUPR Payakumbuh Muslim menyebut, jika proposal yang diajukan Pemko Payakumbuh ke Kedubes Arab Saudi disetujui Raja Salman, maka tahun 2022, pembangunan Masjid Agung sudah bisa dimulai. "Tanah sudah siap. Perencanaan, studi kelayakan, dan amdal juga sudah selesai. Kita mengajukan kebutuhan sebesar Rp290 miliar hingga sudah jadi semuanya.Termasuk bangunan utama dan bangunan pendukung," ujar Muslim.


Sementara itu, tokoh masyarakat Koto Nan Ompek, Sukri ABS Datuk Rajo Imbang yang dulunya lebih dikenal sebagai Uwan Kuri Payolansek, mengaku salut dengan Wali Kota Riza Falepi yang tak henti memikirkan pembangunan Masjid Agung. Dia berharap, pemerintah Arab Saudi, dapat membantu pembangunan Masjid Agung ini.


"Kami berharap kepada Dubes Arab Saudi, kalau dana kota saja yang diharapkan, takutnya tak bakal selesai cepat. Akan butuh bertahun-tahun. Covid-19 membuat anggaran kurang. Tolong bantu kami bangun Masjid Agung di Payakumbuh. Terimakasih kedatangan Dubes. Semoga harapan kami ini dapat terwujud. Masjid berdiri secepat mungkin," ujar Sukri Dt Rajo Imbang.(frv)

Editor : Admin Padek
#Syeikh Ahmad Bin Essa Al Hazmi #Sejarah Masjid King Salman Payakumbuh #Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi #pemerintah arab saudi #Masjid Agung Payakumbuh