Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Ayah dan Anak Jadi Bupati dan Anggota DPRD, Doni Tak Bisa Dompleng Safar

Novitri Selvia • Rabu, 14 September 2022 | 14:19 WIB
KOMPAK: Safaruddin Dt Bandaro Rajo dan Doni Ikhlas bersama wartawan Padang Ekspres Fajar Rillah Vesky.
KOMPAK: Safaruddin Dt Bandaro Rajo dan Doni Ikhlas bersama wartawan Padang Ekspres Fajar Rillah Vesky.
Ini bukan soal klan politik. Tapi lebih kepada alih generasi dan takdir yang berpihak. Bahwa tidak banyak politisi di daerah, mampu mewariskan bakat dan karier politiknya kepada anak kandung sendiri.

DI Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Safaruddin Datuak Bandaro Rajo atau Datuak Safar adalah satu dari sedikit politisi itu. Datuak Safar, tak asing lagi bagi masyarakat daerah ini. Pria kelahiran 28 Agustus 1957 itu sudah kenyang asam garam kehidupan. Bahkan telah melewati jalan yang terjal dan berliku.

Mengawali karir politik dari bawah dengan menjabat Kepala Desa Baruahgunuang selama dua periode, Datuak Safar melenggang mulus ke kursi DPRD Limapuluh Kota selama lima periode atau lima kali Pemilu. Masing-masing Pemilu 1992, Pemilu 1997, Pemilu 1999, Pemilu 2009, dan Pemilu 2014.

Di DPRD Limapuluh Kota, Datuak Safar yang semasa kecil dan remaja pernah menjadi pengembala kerbau dan petani tembakau, tidak hanya menjadi anggota biasa. Namun, juga pernah dipercaya menjabat wakil ketua dan ketua DPRD Limapuluh Kota. Bahkan pernah pula tercatat, sebagai peraih suara terbanyak dalam dua kali Pemilu.

Dari DPRD Limapuluh Kota, Datuak Safar pada Pemilu 2019 lalu, melaju ke DPRD Sumbar. Sedangkan putranya, Doni Ikhlas, ikut pencalonan DPRD Limapuluh Kota. Nasib baik, pasangan ayah dan anak ini, sama-sama terpilih. Lewat Partai Golkar. Partai yang sejak dulu sampai sekarang, punya tradisi selalu berada dalam pemerintahan.

Setahun kemudian atau 2020 lalu, Datuak Safar ikut berkompetisi dalam Pilkada Limapuluh Kota, berpasangan dengan Rizki Kurniawan Nakasri. Takdir berpihak kepada mereka. Sejak itu, Safar mencatat sejarah baru dalam blantika politik Limapuluh Kota. Safar menjadi bupati, putranya menjabat anggota DPRD. Hebat bukan?

Pekan lalu, pasangan ayah dan anak ini, bertemu dengan Padang Ekspres di Rumah Makan Minang Asli, Payakumbuh, yang terkenal itu. Sebelum bertemu enam mata, kami juga bertemu dengan Sales Area Manager (SAM) Pertamina Sumbar, Naro Tama Fazri, dan sejumlah pengusaha migas di Luhak Limopuluah.

Banyak hal kami bahas. Safar bercerita panjang lebar, bagaimana mewujudkan Limapuluh Kota yang Madani, Beradat dan Berbudaya dalam Kerangka Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, sesuai dengan visi-misinya. Safar juga sempat menceritakan tentang istrinya, Ketua TP-PKK Limapuluh Kota Ny Nevi Safar, yang bersemangat dalam penanganan stunting.

Cerita paling menarik, tentu saja saat Safar dan Doni, mengenang masa-masa mereka mengikuti kampanye Pemilu 2019 lalu. Ternyata, semasa kampanye itu, Doni Ikhlas yang lahir di Payakumbuh, 19 Januari 1984, ternyata tidak bisa hanya mendompleng dari nama besar ayahnya, Safaruddin Dt Bandaro Rajo.

“Walau Papa sebelumnya tercatat sebagai peraih suara terbanyak dalam dua kali Pemilu Legistlatif di Limapuluh Kota, tapi saya untuk maju di DPRD Limapuluh Kota, tetap juga harus berjuang. Tidak bisa hanya dengan mengandalkan Papa saja. Karena yang memilih Papa, belum tentu juga memilih saya,” kata Doni Ikhlas.

Serupa dengan sang ayah, Doni juga terbilang bersahaja dan rendah hati. Meski kini dipercaya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Limapuluh Kota, namun Doni tidak jumawa. Dalam memimpin partai berlambang pohon beringin itu, Doni tetap berkoordinasi dengan segenap kader, fungsionaris partai, termasuk para sesepuh dan pinisepuh Partai Golkar.

“Saat ini, kita di DPD Partai Golkar Limapuluh Kota, sedang menyiapkan bakal calon legislatif. Selain dari kader Partai Golkar, kita juga membuka peluang untuk tokoh-tokoh masyarakat, termasuk mereka-mereka yang populer atau dikenal di daerah ini. Tentu saja berdasarkan masukan dari para kader, fungsionaris partai, sesepuh, dan pinisepuh,” kata Doni Ikhlas.

Mendengar cerita Doni Ikhlas, Safar hanya terdiam. “Biarlah, Doni mengurus Partai Golkar dan melaksanakan tugasnya di DPRD. Kita bersama masyarakat dan segenap elemen, termasuk Forkopimda dan lembaga DPRD, akan terus berupaya memujudkan visi-misi yang sudah tercantum dalam RPJMD,” kata Safaruddin Dt Bandaro Rajo, mengakhiri obrolan kami. (***) Editor : Novitri Selvia
#Doni Ikhlas #dprd limapuluh kota #Datuak Safar