Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dibayangi Resesi, Investasi Bertumbuh

Novitri Selvia • Jumat, 27 Januari 2023 | 12:16 WIB
TUMBUH: Salah satu swalayan yang baru hadir di kawasan Simpang Benteng, Kota Payakumbuh. Ini membuktikan jika iklim investasi di kota rendang masih tumbuh.
TUMBUH: Salah satu swalayan yang baru hadir di kawasan Simpang Benteng, Kota Payakumbuh. Ini membuktikan jika iklim investasi di kota rendang masih tumbuh.
Meski situasi ekonomi pada tahun 2023 di bawah bayang-bayang resesi, tapi investasi tetap bertumbuh di Kota Payakumbuh. Ini tidak terlepas dari peran pengusaha lokal dan kemudahan perizinan yang diberikan pemda.

Berdasarkan pantauan Padang Ekspres banyak pengusaha lokal di Payakumbuh yang kini terjun ke bisnis retail. Seperti, pemilik Swalayan Guci yang baru hadir di kawasan Simpang Benteng.

Kehadiran bisnis retail ini, tidak hanya bertumpu kepada penjualan barang atau jasa kepada konsumen dalam jumlah satuan atau eceran. Namun juga menyerap lapangan kerja dan ikut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain bisnis retail ini, sektor UMKM juga terus bertumbuh di Payakumbuh, ini ditandai dengan banyaknya pelaku UMKM yang mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB). Mereka mengurus NIB di Mall Pelayanan Publik yang dikelola Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Pj Wali Kota Payakumbuh, Rida Ananda dalam talk show dengan pengurus dan anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Payakumbuh mengatakan, pemerintah daerah berkomitmen memberikan kemudahan berusaha.

“Kita terus berupaya memberikan dukungan dan fasilitas yang diperlukan oleh para pelaku bisnis agar dapat berkembang dan berinovasi,” ujar Rida.

Dia menyebut, pada tahun 2021, Kota Payakumbuh menerima penghargaan sebagai peringkat 1 Nasional Kemudahan berusaha dari Kementerian Investasi/Kepala BKPM. “Artinya secara nasional pengurusan perizinan berinvestasi di Kota Payakumbuh tidak sulit,” ujarnya.

Menurut Rida, kemudahan berusaha yang sudah teruji secara nasional tersebut ditujukan untuk menarik investasi sebanyak-banyaknya. Termasuk menumbuhkembangkan usaha atau bisnis rintisan di Kota Payakumbuh.

Di sisi lain, Kepala DPMPTSP Kota Payakumbuh, Meizon Satri menyebut, pemda terus memberikan pembinaan kepada pelaku usaha. Bahkan, sepanjang 2022 lalu, Pemko telah memberikan bimbingan teknis kepada 420 pelaku usaha, terkait dengan implementasi pengawasan perizinan berusaha berbasis resiko.

Meizon mengatakan, ikatan antara pelaku usaha dengan pemerintah tak hanya sampai saat izin mereka telah keluar saja, namun saat proses berusaha. Nanti mereka akan dibina oleh OPD teknis, dinas terkait yang melakukan pengawasan, monitoring, dan evaluasi di lapangan sesuai jenis usaha mereka.

“Kita berharap seluruh pelaku usaha dapat mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB), dari catatan yang kami terima dari Dinas Koperasi dan UKM, di Kota Payakumbuh saat ini ada sekitar 23.000 pelaku UMKM, tentu perlu difasilitasi perizinannya,” terangnya.

Terakhir, kata Meizon, untuk memfasilitasi perizinan yang super mudah dan cepat, Pemerintah Kota Payakumbuh telah menyediakan pelayanan satu atap di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Payakumbuh di lantai 1 kantor wali kota.

Di MPP ada petugas yang akan memandu calon pelaku usaha untuk menggunakan aplikasi OSS-RBA dengan perangkat yang disediakan, cukup lengkapi berkas atau syarat administrasi yang diminta oleh aplikasi OSS RBA.

“Mengurus perizinan saat ini tidaklah sulit, memang mungkin dulu ada momok saat urus izin keluarnya entah kapan, tidak ada kejelasan. Namun hari ini, izin gampang keluarnya, kami sejalan dengan Presiden RI yang mengharapkan adanya ketepatan dan kecepatan dalam investasi, makanya untuk perizinan disediakan pula aplikasi OSS-RBA supaya lebih gampang,” pungkasnya. (frv) Editor : Novitri Selvia
#DPMPTSP Kota Payakumbuh #Meizon Satri #resesi #HIPMI Payakumbuh