Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Tol Seksi Payakumbuh-Pangkalan ”Disurvei”

Novitri Selvia • Rabu, 21 Februari 2024 | 14:24 WIB

SERIUS: Pembahasan persiapan awal survei Amdal dan Larap Tol Payakumbuh-Pangkalan yang melibatkan lintas sektor berlangsung serius, Senin (19/2).
SERIUS: Pembahasan persiapan awal survei Amdal dan Larap Tol Payakumbuh-Pangkalan yang melibatkan lintas sektor berlangsung serius, Senin (19/2).
Pembicaraan awal persiapan survei Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan Land Acquisition and Resettlement Action Plan (Larap) pembangunan jalan tol Seksi Payakumbuh-Pangkalan berlangsung serius. Pertemuan terkait pembicaraan itu digelar di ruang pertemuan Bupati, Kantor Bupati Limapuluh Kota, Sarilamak, Kecamatan Harau, Senin (19/2). 

“Baru sebatas pembicaraan awal, belum ada jadwal kapan akan dilakukan survei.  Artinya baru sebatas komunikasi awal bersama stakeholder, persiapan Amdal dan Larap,” terang Plt Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Limapuluh Kota, Herman Azmar, Selasa siang. 

Hadir pada kesempatan itu, Kasdim 0306/50 Kota Mayor Inf Ridwan, Kepala BKSDA Provinsi Sumatera Barat Antonius Vendri, Tim Survey OCG JICA, Alex Mahdi.

Alex Mahdi pada pertemuan juga menjelaskan, seputar rencana persiapan awal survei. Pembahasan amdal bertujuan untuk melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan terkait pembangunan tol dan dampak yang mungkin saja terjadi. 

Kemudian juga dampak sosial ekonomi sebelum dan sesudah pembangunan nantinya melalui Land Acquisition and Resettlement Action Plan (Larap).

Pada kesempatan tersebut, Wali Nagari, Sarilamak, Olly Wijaya, Wali Nagari Pangkalan, Rifdal dan Wali Nagari Mangilang, Nofiardi yang hadir dapat menyampaikan saran, pendapat dan tanggapan tentang rencana pembangunan jalan tol Payakumbuh - Pangkalan. 

Alex Mahdi menjelaskan, panjang jalan tol Payakumbuh-Pangkalan paket 2 dan paket 3 sekitar 33 kilometer yang akan membentang sepanjang Kecamatan Harau hingga Kecamatan Pangkalan. 

“Komponen proyek, paket 2 sekitar 13,8 kilometer yang merupakan bagian terowongan. Kemudian paket 3 sekitar 19,5  kilometer yang terdiri dari bagian jembatan dan potongan,” sebutnya. 

Kemudian kata Alex Mahdi, struktur jalan terowongan yang direncanakan dengan lebar 7,2 meter dua jalur satu arah yang terdiri dari jalan paralel dua arah sama dengan jembatan. 

Wali Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Olly Wijaya menyampaikan, berdasarkan pemaparan awal JICA dan rencana lokasi yang akan dilewati jalan tol, setidaknya akan melewati Jorong Ketinggian dan Jorong Buluah Kasok. 

“Pintu keluar tol sepertinya di Jorong Ketinggian, persisnya dekat pusat oleh-oleh, Sanjai Sederhana di Jorong Ketinggian, kemudian Jorong Buluah Kasok, begitu hasil pembicaraan bersama di kantor bupati kemarin,” kata Olly Wijaya, Selasa sore. 

Terpisah, Wali Nagari Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Rifdal Datuak Laksamano menjelaskan, akan segera mengundang niniak mamak, tokoh masyarakat, pemuda, dan semua unsur masyarakat untuk menyikapi hasil pertemuan dan rencana pembangunan jalan tol tersebut. 

“Seperti dipaparkan Tim JICA, pintu tolnya di Pangkalan berada di Jorong Sopang, untuk pembebasan lahan, nanti Sabtu pekan ini, kita rencanakan untuk undang niniak mamak dan pemilik tanah, pemuda dan sejumlah tokoh masyarakat untuk membicarakan ini,” sebut Rifdal. 

Jalan tol akan berada sepanjang 3 kilometer. Umumnya berada di ladang gambir. “Jika melihat gambarnya, sepertinya tidak melewati pemukiman. Hanya saja tetap ada sekitar 4 unit rumah yang mungkin nanti akan terkena pembangunan jalan tol,” tambah Rifdal. 

Sebelumnya seperti dirilis Kodim 0306/50 Kota, Kasdim 0306/50 Kota, Mayor Inf Ridwan berharap setelah adanya Rapat Persiapan Awal Pelaksanaan Survey Amdal dan Larap pembangunan jalan tol Seksi Payakumbuh - Pangkalan tersebut tidak ada lagi kendala atau dampak yang tidak dapat diantisipasi ketika pembangunan nanti. (fdl)

Editor : Novitri Selvia
#Tol Payakumbuh-Pangkalan #Nagari Sarilamak #Antonius Vendri #LARAP #amdal #BKSDA Provinsi Sumatera Barat