Beruntung, usaha ini kembali bangkit dari terjangan pandemi dan menata kembali perputaran ekonomi bersama Bank BRI. “Klaster usaha budidaya dan pengolahan Jamur Tiram ini kembali mengolah makanan, menjadikan Payopali kembali berdiri kokoh bersama 17 orang anggota kelompok pembudidaya jamur Tiram,” ucap Ketua Kelompok Unit Pelayanan Pengembangan Pengolahan Hasil Pertanian (UP3HP) Togak Basamo, Noviantini, Rabu (27/3).
Wanita tangguh nan inspiratif ini mengatakan, usaha budidaya jamur Tiram ini sebetulnya sudah digelutinya sejak tahun 2007 silam. Kemudian mengajak teman-teman satu profesi lainnya untuk membentuk kelompok, agar bisa saling menguatkan dalam usaha bersama.
“Tahun 2010 baru dibuat kelompok dan kami membuat brand dagang “Payopali” , mulai bergerak maju dan terus berupaya sebaik mungkin sehingga perjalanan usaha menjadi lebih baik. Namun saat terjadi pandemi Covid-19 pada tahun 2019 otomatis usaha menjadi terhenti,” kata wanita yang biasa disapa Eti ini, kemarin.
Kemudian kembali dirintis dan berjalan perlahan, hingga akhirnya Bank BRI melirik Payopali sebagai salah satu UMKM potensial sehingga menjadi bagian klaster UMKM binaan BRI. Melalui dukungan BRI itulah, akhirnya Payopali kembali menggeliat lebih aktif.
Klaster UMKM Payopali mulai mendapatkan bantuan peralatan hingga pelatihan untuk pengembangan usaha kelompok. Beruntung dengan binaan BRI, Payopali mampu melebarkan sayap pemasaran hingga mulai ekspansi pasarnya ke sejumlah wilayah di Pulau Sumatera dan Kepulauan Riau.
“Bahkan sekarang juga kita upayakan menembus pasar nasional. Semoga bersama BRI kita bisa terus mendapatkan pelajaran dan pengalaman berharga untuk kemajuan usaha lewat pemanfaatan platform digital,” kata Noviantini di outletnya yang beralamat di Payolinyam, Jl Jendral Sudirman, Kelurahan Tigo Koto Dibaruah, Payakumbuh Utara.
Noviantini menyebutkan, saat ini bersama BRI produk Rendang Jamur Tiram Payopali sudah bisa dipesan melalui aplikasi penjualan online Shoppee dan Localoka yang diluncurkan BRI. Banyak keuntungan bisa dirasakan, terutama pada peningkatan penjualan, pengemasan dan bantuan pelatihan bagi anggota.
“Mei 2023 lalu, kita mendapatkan bantuan untuk pengolahan jamur Tiram senilai Rp 100 juta. Mulai dari kompor, alat peras santan, vakum kemasan untuk kedap udara,” sebut Noviantini yang juga mehyebutkan kunjungan field trip BRI dari Medan, Tanjung Pinang dan Wilayah Sumbar lainnya membantu promosi dan penjualan.
Salah seorang konsumen Rendang Jamur Tiram, Rizal mengatakan, sudah mengenal Rendang Jamur Tiram, Payopali sejak lama dengan rasanya yang khas. “Sekarang kabarnya Randang Tiram Payopali sudah bisa dipesan secara online di Shopee,” sebut Rizal.
Pada tempat terpisah, Bayu salah seorang pelanggan mengatakan, rasa yang khas dan kemasan nya yang sudah jauh lebih baik, Rendang Jamur Tiram Payopali, makin oke. “Semoga sukses terus,” sebut Bayu lagi.
Sebelumnya, BRI menyalurkan bantuan CSR dengan program Aspire to Uplift, Revive, and Achieve (AURA) pada Desember 2023 lalu untuk Pemberdayaan Kelompok Perempuan Berbasis Pengembangan Usaha kepada kelompok perempuan Kampung Jamur Tiram Payopali dengan bantuan senilai Rp 100 juta.
Bantuan tersebut diserahkan Pemimpin Caban BRI Payakumbuh saat itu, Tri Suseno dan diterima Ibu Noviantini Selaku Plh. Ketua Kelompok Rendang Jamur Tiram Payopali UP3HP Togak Basamo. (fdl)
Editor : Novitri Selvia