Hal ini terungkap dari sejumlah agen Angkutan Antarkota Antar Provinsi (AKAP) di Teminal Koto Nan Ampek. Agen bus NPM perwakilan di Payakumbuh, Rico Susanto menyebutkan penjualan tiket menggunakan Bus NPM pada tanggal 18 sampai 25 April mendatang telah habis terjual.
“Iya. Tiket sudah habis di tanggal tersebut, yang tersisa hanya hari setelah tanggal tersebut,” ujar Riko, Selasa (16/4) Ia mengatakan sedangkan untuk Selasa (16/4) tiga unit bus NPM yang jalan dari terminal Koto Nan Ampek terisi penuh.
“Ada tiga unit bus yang jalan dari Payakumbuh semuanya terisi penuh, dengan kelas yang berbeda-beda tiap bus dan tentunya dengan jumlah yang berbeda pula,” jelasnya.
Dari ketiga unit bus tersebut, ia memperkirakan ada sekitar 120 orang penumpang yang berangkat dari terminal Koto Nan Ampek. “Untuk jenis klas eksekutif isi 40 orang, dan kelas VIP atau Sultan,” ungkapnya sembari menyebutkan ada sekitar 13 hingga 14 bus yang berangkat dari Sumbar ke pulau Jawa.
Hal senada disampaikan oleh agen AKAP Gumarang, Phil kepada Padang Ekspres yang menyebutkan kenaikan penumpang arus balik telah berlangsung dari beberapa yang lalu.
“Kami terpaksa membatasi penjulan tiket, karna armada sedang banyak dijalan untuk hari ini. Sedangkan untuk hari ini (kemarin, red) ada tiga unit bus kami jalan Payakumbuh dengan klas berbeda pula, dengan masing-masing bus ada isi 30 dan ada juga isi 36 penumpang,” katanya.
Untuk dari Sumbar sendiri, Gumarang memberangkat Akap sekitar 7 hingga 8 unit bus ke pulau Jawa dengan kondisi terisi penuh. “Kami memperkirakan puncak arus balik akan terjadi pada tanggal 20 April mendatang, hal ini dilihat pada tanggal 22 April tersebut aktivitas belajar mengajar dimulai,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Terminal Tipe B Koto Nan Ampek, Dishub Sumbar, Hendro Septiando mengatakan semua AKAP jalan dengan jumlah bus yang berbeda-beda.
“Kami memperkirakan puncak arus balik akan terjadi pada tanggal 19 hingga 20 April mendatang, sedangkan pada tanggal 22 April mendatang anak sekolah hingga anak sekolah telah beraktivitas lagi,” jelasnya.
Untuk di Terminal Tipe B Koto Nan Ampek terdapat ada delapan loket AKAP dengan jumlah maksimal bus 20 unit. “Sedangkan untuk Akap yang masuk di Terminal Koto Nan Ampek ada sekitar 12 unit dengan jumlah penumpang sekitar 200an penumpang,” katanya.
Ia mengimbau kepada masyarakat yang menggunakan jasa AKAP untuk mengutamakan keselamatan, jaga barang bawaaan dan hindari membeli tiket pakai calo. (rid)
Editor : Novitri Selvia