Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pola Konsumsi yang Salah Penyebab Utama Stunting di Payakumbuh

Sy. Ridwan • Selasa, 17 September 2024 | 18:40 WIB

EDUKASI: Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama menyosialisasikan pencegahan stunting kepada puluhan warga Kota Payakumbuh, akhir pekan lalu. (SY RIDWAN/PADEK)
EDUKASI: Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama menyosialisasikan pencegahan stunting kepada puluhan warga Kota Payakumbuh, akhir pekan lalu. (SY RIDWAN/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Pola konsumsi yang keliru menjadi salah satu faktor utama tingginya angka stunting di Sumatera Barat. Hal ini terungkap dalam sosialisasi Program Bangga Kencana BKKBN bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI di Kecamatan Payakumbuh Selatan, Kota Payakumbuh, Sabtu (14/8).

Ketua Tim BMN dan Keuangan BKKBN Sumbar, Dinil Fauziah, mengungkapkan bahwa banyak orang tua masih salah kaprah dalam memberikan makanan kepada anak-anak mereka.

“Mereka lebih mementingkan kuantitas daripada kualitas. Padahal, anak-anak membutuhkan asupan protein yang cukup untuk tumbuh kembang optimal,” ujarnya.

Menurut Dinil, kurangnya asupan protein pada anak-anak menjadi masalah serius. “Selama ini, anak-anak kita kekurangan protein harian karena orang tua lebih banyak memberikan nasi daripada lauk pauk,” ungkapnya.

Kondisi ini diperparah fakta bahwa Sumbar saat ini menduduki peringkat kedua tertinggi kasus stunting di Pulau Sumatera, meskipun provinsi ini memiliki potensi sumber daya alam dan manusia yang melimpah.

“Angka stunting kita terus meningkat dari tahun ke tahun. Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” tegas Dinil.

Asisten I Pemko Payakumbuh, Dafrul Pasi, menyebutkan bahwa pemerintah berkomitmen dalam upaya menurunkan angka stunting dengan mengalokasikan anggaran sebesar lebih dari Rp10 miliar untuk program penanganan stunting.

“Program penurunan angka stunting merupakan prioritas kami. Setiap tahunnya, kami terus berupaya menurunkan angka stunting dengan berbagai program dan kegiatan,” kata Dafrul.

Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi IX, Ade Rezki Pratama, menekankan pentingnya peran serta semua pihak dalam mengatasi masalah stunting. “Untuk mewujudkan keluarga berkualitas, kita perlu saling peduli dan memperhatikan satu sama lain,” ujarnya.

Ade juga mengajak masyarakat untuk menjadi bapak asuh bagi anak-anak yang kekurangan gizi. “Banyak orang tua yang tidak mampu menyediakan makanan bergizi untuk anak-anak mereka. Dengan menjadi bapak asuh, kita dapat membantu mereka,” imbuhnya.

Selain itu, Ade juga menyoroti pentingnya pencegahan pernikahan dini dan pernikahan pada usia lanjut untuk mencegah terjadinya stunting. (rid)

Editor : Novitri Selvia
#Dafrul Pasi #BKKBN Sumbar #stunting