Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Sebelum Lebaran Tiket Ludes, Agen Hentikan Penjualan

Syamsu Ridwan • Senin, 14 April 2025 | 14:45 WIB

PRIMADONA: Deretan bus AKAP siap diberangkatkan dari Terminal Koto Nan Ampek, Payakumbuh. Jelang Lebaran, seluruh tiket keberangkatan habis terjual hingga 14 April 2025.(SY RIDWAN/PADEK)
PRIMADONA: Deretan bus AKAP siap diberangkatkan dari Terminal Koto Nan Ampek, Payakumbuh. Jelang Lebaran, seluruh tiket keberangkatan habis terjual hingga 14 April 2025.(SY RIDWAN/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Antusiasme masyarakat menyambut Idulfitri 1446 Hijriah terlihat luar biasa di Kota Payakumbuh. Jelang Hari Raya, tiket bus antar kota antar provinsi (AKAP) dari Terminal Koto Nan Ampek ludes terjual. Sejumlah agen transportasi mengaku telah menghentikan penjualan tiket bahkan beberapa hari sebelum lebaran.

Situasi ini menggambarkan betapa kuatnya gelombang arus mudik dari Sumatera Barat menuju kota-kota besar seperti Jakarta. Bahkan, sebagian besar pemudik sudah memesan tiket jauh hari sebelum Ramadhan berakhir.

Muhammad Fadil, agen resmi PO Palala di Terminal Koto Nan Ampek, menyebut bahwa tiket keberangkatan ke Jakarta dan kota-kota besar lainnya telah habis sejak pekan pertama April.

“Tiket habis sejak awal Ramadhan. Saat ini yang berangkat adalah penumpang yang sudah pesan dari jauh-jauh hari. Rata-rata mereka pesan sejak 10 hari sebelum lebaran,” ujar Fadil, Minggu (13/4).

Ia mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menghentikan penjualan tiket baik secara langsung maupun online sejak akhir pekan lalu. Untuk tahun ini, penjualan terakhir dilakukan untuk keberangkatan hingga 14 April 2025.

Palala sendiri mengoperasikan tiga unit bus setiap hari dari Sumatera Barat, dua di antaranya berangkat dari Payakumbuh dan satu lagi dari Pariaman. Armada yang digunakan adalah jenis Panorama Class, dengan kapasitas penuh setiap harinya.

Fadil juga merinci harga tiket selama masa tuslah—periode kenaikan tarif menjelang Lebaran. Untuk rute Payakumbuh–Jakarta, tarif tertinggi mencapai Rp950 ribu antara 1–5 April. Tarif kemudian sedikit turun menjadi Rp900 ribu untuk periode 6–14 April.

“Tarif memang naik karena permintaan tinggi, ditambah operasional juga meningkat selama musim mudik,” jelasnya.

PO Palala sendiri mengelola 15 unit bus, dengan 6 unit melayani rute pulang-pergi Jakarta—Sumbar, sedangkan sisanya menjadi armada cadangan.

Full Booking Tiket Hanya Online

Kondisi serupa juga dilaporkan oleh agen PO NPM. Dewi Khairul, agen resmi NPM di Terminal Koto Nan Ampek, menyatakan bahwa seluruh kursi dari Payakumbuh dan sekitarnya telah dipesan penuh hingga 15 April 2025. “Full booking dari semua titik keberangkatan, termasuk dari Payakumbuh, Bukittinggi, dan sekitarnya,” terang Dewi.

Bus NPM yang berangkat dari Sumatera Barat setiap harinya mencapai 15 unit, belum termasuk 7 unit dari Medan dan 2 bus eksekutif khusus dari Payakumbuh. Jenis armada yang dioperasikan meliputi kelas Eksekutif dengan kapasitas 40 kursi dan Sutan Class dengan 30 kursi.

Seluruh pembelian tiket dilakukan secara online melalui aplikasi resmi milik NPM, demi meminimalisir penumpukan dan penjualan ilegal. “Sekarang semuanya sistem online. Penumpang wajib beli tiket lewat aplikasi resmi yang sudah disediakan,” tambah Dewi.

Selama periode tuslah, harga tiket bus mengalami penyesuaian cukup tajam. Untuk kelas eksekutif, tarif naik dari Rp500 ribu menjadi Rp700 ribu. Sementara Sutan Class naik dari Rp675 ribu menjadi Rp900 ribu.

Fenomena habisnya tiket menjelang lebaran sebenarnya bukan hal baru. Namun, tahun ini lonjakan pemesanan terjadi lebih awal dari biasanya. Selain karena perantau ingin lebih cepat berkumpul dengan keluarga, tingginya kepercayaan terhadap transportasi darat pasca-pandemi juga menjadi faktor pendorong.

Peningkatan ini juga menunjukkan bahwa meski harga tiket melonjak, semangat mudik tetap tinggi. Hal ini bisa menjadi indikator penting bagi pemerintah untuk memperhatikan kembali aspek pengawasan tarif dan keselamatan transportasi darat, terutama menjelang musim libur besar nasional seperti Lebaran. (rid)

Editor : Novitri Selvia
#akap #tiket ludes terjual #PO Palala #Terminal Koto Nan Ampek