Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Jadikan Warga Binaan Tanjungpati Tenaga Mandiri dan Produktif

Syamsu Ridwan • Jumat, 20 Juni 2025 | 13:15 WIB

EDUKASI: Warga binaan Lapas Kelas IIB Tanjung Pati tengah mengikuti pelatihan keterampilan membuat kerajinan dari barang bekas bagian dari program pembinaan menuju reintegrasi sosial.(SY RIDWAN/PADEK)
EDUKASI: Warga binaan Lapas Kelas IIB Tanjung Pati tengah mengikuti pelatihan keterampilan membuat kerajinan dari barang bekas bagian dari program pembinaan menuju reintegrasi sosial.(SY RIDWAN/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjungpati menunjukkan komitmen kuat dalam membina warga binaan, dengan fokus pada peningkatan kapasitas, keterampilan, dan pendidikan.

Inisiatif ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta program akselerasi Menteri Hukum dan HAM bidang Pemasyarakatan, yang bertujuan membekali warga binaan agar siap kembali ke masyarakat sebagai individu yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.

Saat ini, para warga binaan Lapas Tanjungpati aktif mengikuti berbagai pelatihan keterampilan praktis. Mereka dibimbing membuat kerajinan tangan seperti cincin dan gelang dari tempurung kelapa, bunga dari limbah plastik, serta tas dan kotak tisu dari koran daur ulang.

Pelatihan ini tak hanya mengasah kreativitas, tapi juga menumbuhkan semangat pemanfaatan kembali barang-barang bekas bernilai ekonomis.

Sebagai langkah strategis untuk menambah nilai keterampilan sekaligus memberikan legalitas formal, Lapas Tanjung Pati berencana menjalin kerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Payakumbuh.

Kolaborasi ini akan membuka akses bagi warga binaan untuk mengikuti pelatihan bersertifikat di berbagai bidang, seperti pertukangan, tata boga (bakery), barbershop, dan barista.

Diharapkan, sertifikasi ini dapat meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja atau bahkan mendorong lahirnya wirausaha baru dari kalangan eks warga binaan.

Kepala Lapas Kelas IIB Tanjungpati, Julis Barus, melalui Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Kasi Binapi Giatja), Agung Lestara, menjelaskan bahwa pembekalan tidak hanya sebatas keterampilan praktis. Lapas juga memastikan warga binaan tetap mendapatkan akses pendidikan formal.

“Selain keterampilan kecakapan hidup, kami juga memberikan pendidikan kepada warga binaan agar mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan, baik Paket A, B, maupun C,” ungkap Agung Lestara, Rabu (19/6), didampingi Pembina Pengelolaan Kemandirian, Handoko.

Komitmen terhadap pembinaan yang holistik ini mencerminkan paradigma baru dalam sistem pemasyarakatan: tidak sekadar menahan, tapi membina dan memulihkan.

Namun demikian, Agung mengakui masih terdapat kendala klasik, terutama dalam hal pemasaran produk hasil kerajinan warga binaan. “Tentu, masalah pemasaran menjadi tantangan utama dalam menjual hasil karya mereka,” ujarnya.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa Lapas akan berupaya lebih maksimal ke depan dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk pelaku usaha dan komunitas kreatif, guna mempromosikan produk-produk warga binaan secara lebih luas.

Dengan bekal keterampilan dan pendidikan yang memadai, Lapas Tanjungpati berharap para warga binaan mampu menciptakan peluang kerja secara mandiri, menjadi pribadi yang produktif, dan tidak kembali melakukan pelanggaran hukum.

Lapas Tanjungpati terus mendorong pembinaan yang bersifat transformatif, demi terwujudnya lembaga pemasyarakatan yang humanis, edukatif, dan produktif. (rid)

Editor : Novitri Selvia
#Julis Barus #Lapas Kelas IIB Tanjungpati #warga binaan