Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pemahaman Masyarakat jadi Kendala, Program CGK sudah Jangkau 5 Kecamatan

Syamsu Ridwan • Selasa, 1 Juli 2025 | 13:30 WIB

DETEKSI PENYAKIT: Petugas kesehatan di Puskesmas Tiakar tengah mengecek kesiapan untuk Program Cek Kesehatan Gratis di Payakumbuh, kemarin.(SY RIDWAN/PADEK)
DETEKSI PENYAKIT: Petugas kesehatan di Puskesmas Tiakar tengah mengecek kesiapan untuk Program Cek Kesehatan Gratis di Payakumbuh, kemarin.(SY RIDWAN/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Program unggulan Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus digencarkan di berbagai daerah, termasuk Kota Payakumbuh.

Setelah sukses meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, kini giliran Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menunjukkan capaian menggembirakan.

Hingga akhir Juni 2025, Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh mencatat program CKG telah menjangkau 98,3 persen masyarakat di lima kecamatan. Angka ini mendekati target 100 persen, menandakan tingginya partisipasi warga dalam upaya mewujudkan masyarakat sehat.

“Capaian program Cek Kesehatan Gratis sudah mencapai 98,3 persen. Kami berharap angka ini bisa terus meningkat hingga 100 persen sebagai bagian dari gerakan nasional menuju masyarakat sehat,” ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, Maizon Satria, baru-baru ini.

Maizon mengimbau masyarakat yang belum mengikuti pemeriksaan untuk segera mendatangi layanan kesehatan terdekat, baik di puskesmas maupun rumah sakit. “Kami mengajak seluruh warga untuk memanfaatkan fasilitas pemeriksaan gratis ini.

Program ini sangat penting untuk deteksi dini berbagai penyakit, yang sering kali tidak disadari hingga tahap serius,” tambahnya.

Meski program menunjukkan progres positif, Maizon mengakui pelaksanaannya tidak sepenuhnya tanpa kendala. Beberapa tantangan teknis di lapangan masih dihadapi, terutama dalam hal edukasi dan pemahaman masyarakat.

“Pasti ada kendala. Namun, kami terus berupaya meminimalkannya agar pelaksanaan program ini bisa dipercepat. Apalagi, kami juga tengah menangani program prioritas lain seperti penurunan angka kemiskinan ekstrem dan stunting,” jelasnya.

Tingginya angka partisipasi warga dalam waktu relatif singkat menunjukkan respons masyarakat yang cukup positif terhadap program CKG. Ini juga menjadi bukti bahwa kesadaran akan pentingnya kesehatan mulai tumbuh.

Hal senada disampaikan Kepala Puskesmas Tiakar, Irvan Firdaus. Pihaknya aktif membentuk tim kerja di setiap wilayah, melakukan sosialisasi lintas sektor, dan memanfaatkan berbagai media untuk publikasi.

“Kami melibatkan banyak pihak, mulai dari tokoh masyarakat hingga lembaga terkait. Sosialisasi juga kami lakukan melalui media sosial dan kanal informasi lainnya agar cakupannya lebih luas,” ujar Irvan, didampingi Kepala Tata Usaha Puskesmas Tiakar, Yanti, Senin (30/6).

Namun, menurut Yanti, salah satu tantangan utama adalah rendahnya pemahaman sebagian warga mengenai pentingnya deteksi dini.

“Masih banyak warga yang belum tahu manfaat program ini. Mereka mengira pemeriksaan kesehatan hanya untuk orang sakit. Padahal, ini justru untuk mencegah penyakit sebelum berkembang,” ujarnya.
Warga Menyambut Positif

Masyarakat yang telah mengikuti program CKG menyampaikan apresiasi terhadap layanan ini. Atrimo, warga Kecamatan Payakumbuh Timur, mengatakan program ini sangat membantu, terutama bagi warga yang selama ini kesulitan mengakses layanan kesehatan.

“Program ini sangat bagus. Kami jadi bisa mengetahui kondisi kesehatan sejak dini, sehingga penyakit bisa dicegah lebih awal,” ucapnya. (rid)

Editor : Novitri Selvia
#cek kesehatan gratis #Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh #Maizon Satria #Makan Bergizi Gratis