PADEK.JAWAPOS.COM-Hingga saat ini, hasil pemeriksaan dari Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Riau terkait penyebab kebakaran hebat yang melanda Blok Barat Pusat Pertokoan Pasar Payakumbuh Selasa (26/9) lalu, masih belum keluar.
Kebakaran tersebut menghanguskan ratusan kios dan toko serta meninggalkan duka mendalam bagi para pedagang yang menjadi korban.
Kapolres Payakumbuh, AKBP Ricky Ricardo, menyampaikan bahwa setelah kejadian kebakaran, Tim Bidlabfor Polda Riau bersama Tim Inafis Polda Sumatera Barat telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) selama tiga hari untuk memastikan sumber api yang memicu kebakaran besar tersebut.
“Untuk perkembangan hasil Labfor Polda Riau, baik dari tiga hari melakukan olah TKP kebakaran, kemarin kami sudah lakukan koordinasi. Nantinya, hasil resmi akan keluar dalam waktu sekitar 14 hari,” kata AKBP Ricky Ricardo.
Ia menegaskan bahwa hingga kini pihak kepolisian masih menunggu hasil resmi dari Labfor. “Jadi untuk saat ini, hasil dari Labfor itu belum keluar, masih dalam tahap koordinasi. Saya minta masyarakat untuk bersabar. Nanti kita akan umumkan secara resmi hasilnya,” ujarnya.
Menurutnya, proses olah TKP telah dinyatakan selesai. Saat ini penyidik tinggal menunggu laporan tertulis dari Labfor Polda Riau untuk memastikan apakah kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik, kelalaian, atau ada unsur lain yang memicu api.
Sementara itu, penyidik Polres Payakumbuh juga telah memeriksa sejumlah saksi guna memperkuat data penyelidikan. “Total saksi yang sudah kami mintai keterangan berjumlah delapan orang. Terdiri dari pedagang, penjaga malam, dan saksi yang pertama kali melihat munculnya api,” jelas AKBP Ricky Ricardo.
Ia menambahkan, pemeriksaan terhadap saksi-saksi tersebut diharapkan dapat membantu menguatkan hasil teknis dari Labfor, sehingga penyebab kebakaran bisa dipastikan secara akurat. “Kami mohon kepada pedagang maupun korban untuk bersabar terlebih dahulu menunggu hasilnya keluar,” tutupnya.
Kebakaran Blok Barat Pusat Pertokoan Pasar Payakumbuh yang terjadi menjelang subuh pada Selasa (26/9) itu meludeskan ratusan kios dan toko.
Selain kerugian materi yang ditaksir mencapai miliaran rupiah, kebakaran tersebut juga memukul perekonomian para pedagang yang menggantungkan hidupnya di pusat perdagangan terbesar di Kota Randang itu. (rid)
Editor : Novitri Selvia