PADEK.JAWAPOS.COM-Semangat melestarikan dan mewariskan tradisi lokal kembali digaungkan melalui perhelatan “Satu Iven Satu Nagari” di Kenagarian Tiakar, Kecamatan Payakumbuh Timur.
Acara yang berlangsung meriah selama dua hari, Sabtu-Minggu,(4–5/10), ini menjadi momentum penting untuk membentengi generasi muda dari pergeseran nilai dan budaya.
Fokus utama kegiatan kali ini adalah tradisi Maanta Pabukoan, sebuah kearifan lokal yang masih dipertahankan di Kenagarian Tiakar.
Acara ini diharapkan menjadi jawaban atas tantangan zaman yang semakin kompleks, termasuk isu degradasi moral di kalangan generasi muda.
Dalam acara puncak yang digelar di halaman Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Tiakar pada Minggu (5/10), Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Payakumbuh, Yb. Dt. Parmato Alam, menekankan pentingnya pelestarian adat dan budaya melalui kegiatan ini.
“Event ini adalah momentum untuk menjaga tatanan adat salingka Nagari. Dengan tema ‘Membangkit Batang Tarandam’, kita berharap mampu menjawab tantangan yang kian kompleks,” ujar Dt. Parmato Alam, yang juga mantan Ketua DPRD Kota Payakumbuh serta penggagas “Satu Event Satu Nagari” saat menjabat Ketua Komisi B DPRD.
Ia menambahkan bahwa tradisi Maanta Pabukoan merupakan upaya menjaga etika dan sopan santun dalam hubungan kekeluargaan, serta perwujudan dari filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).
Menurut Dt. Parmato Alam, “Satu Iven Satu Nagari” juga merupakan bagian dari implementasi Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Kota Payakumbuh untuk mewujudkan Payakumbuh Emas 2045.
Ia berharap seluruh elemen Tiga Tungku Sajarangan, yakni Pemerintah, Masyarakat Adat, Alim Ulama, dan Cadiak Pandai—terus mendorong kegiatan ini agar menjadi agenda rutin tahunan Nagari.
Ketua Panitia Kegiatan, Afriones, menyampaikan terima kasih atas dukungan berbagai pihak yang telah menyukseskan acara ini, termasuk Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Payakumbuh, LKAAM, KAN Tiakar, Bundo Kanduang Tiakar, Urang Mudo, dan Puuti Bungsu.
“Kemarin sudah dilaksanakan lomba Pop Minang, lomba Baju Kuruang Basiba, dan lomba Masak Onde-Onde. Alhamdulillah, semuanya berjalan sukses. Kami berharap kegiatan ini dapat berlanjut tahun depan,” kata Afriones.
Apresiasi juga disampaikan oleh Ketua KAN Tiakar, AA. Dt. Pobo Nan Putiah, yang menilai bahwa iven budaya ini sangat krusial agar generasi muda tidak melupakan akar budayanya.
Senada dengan itu, Ketua Karang Taruna Kelurahan Tiakar, Ivan Bintoro, memandang tradisi Maanta Pabukoan sebagai pendekatan yang efektif untuk mencegah degradasi moral.
“Dengan kegiatan ini, generasi muda akan memahami tradisi dan berbagai kearifan lokal mereka,” ujarnya.
Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, turut hadir dalam acara tersebut dan menyampaikan apresiasi atas inisiatif Nagari dalam melestarikan budaya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya dilakukan secara fisik, tetapi juga dengan menyiapkan dan membangun karakter generasi muda.
“Pemerintah Daerah sangat mengapresiasi kegiatan ini. Mari tingkatkan kembali saiyo sakato (kebersamaan) dan kekeluargaan. Teruslah berpartisipasi membangun Nagari. Semoga generasi kita bisa membangkitkan batang tarandam,” tutup Wakil Wali Kota dalam sambutannya. (rid)
Editor : Novitri Selvia