PADEK.JAWAPOS.COM-Ikatan Pedagang Pasar Payakumbuh (IP3) menyatakan ketidakpuasan dan menolak hasil penyelidikan yang diumumkan oleh Polres Payakumbuh terkait penyebab kebakaran Blok Barat Pusat Pertokoan Pasar Payakumbuh.
Kepolisian, dalam press release pada Senin (6/10) di Mapolres Payakumbuh, menyimpulkan bahwa penyebab kebakaran adalah ‘Open Flame’ atau nyala api terbuka yang berasal dari bekas Toko Aprilia.
IP3 menilai kesimpulan tersebut terlalu dini dan tidak didukung oleh proses investigasi yang memadai. Menurut mereka, masih banyak saksi kunci dari pihak pedagang yang belum dimintai keterangan oleh kepolisian.
“Kalau kita lihat secara keseluruhan bahwa itu (Open Flame) yang disampaikan Polisi, itu baru awal, masih terlalu dini. Kami anggap Open Flame yang disampaikan Polres Payakumbuh belum bisa kami terima,” tegas Ketua IP3, Esa Muhardanil, didampingi Dian dan sejumlah pengurus IP3 lainnya, pada Selasa (7/10).
Kata, Esha, IP3 mendesak kepolisian untuk bekerja lebih serius dan keras dalam mengungkap penyebab pasti kebakaran yang terjadi pada 26 Agustus 2025. Peristiwa ini disebut IP3 telah menyebabkan luka mendalam dan menghilangkan mata pencaharian para pedagang.
“Kita akan terus kawal agar Polisi lebih serius mengungkap penyebab pasti terjadinya kebakaran, sebab ini menyangkut kehidupan pedagang, mereka bahkan tidak lagi memiliki penghasilan pasca kebakaran terjadi,” ujar Esa.
Tak hanya mendesak di tingkat lokal, IP3 berencana membawa persoalan ini ke tingkat nasional. Mereka mengancam akan mendatangi Mabes Polri dan Komisi III DPR-RI jika Polres Payakumbuh dinilai tidak ada perkembangan signifikan dalam waktu dekat.
“Kalau seandainya dalam waktu dekat ini masih belum di-follow up oleh Polres Payakumbuh, masih biasa-biasa saja kerjanya, kita akan ke Mabes Polri dan ke Komisi III DPR-RI,” tegas Esa.
Ketidakpercayaan IP3 terhadap hasil penyelidikan semakin diperkuat dengan dugaan adanya unsur di balik peristiwa. IP3 secara terbuka meminta kejujuran dan netralitas dari pihak kepolisian, karena mereka menduga adanya konspirasi yang terjadi di balik kebakaran tersebut.
“Kita minta kejujuran dari pihak kepolisian, kita menduga adanya konspirasi,” tambahnya.
Ia menambahkan, selain rencana audiensi ke pusat, IP3 juga menyiapkan aksi protes di tingkat daerah. Mereka berencana menduduki dan berkemah di Rumah Dinas Wali Kota Payakumbuh sebagai bentuk tuntutan terkait penanganan kasus kebakaran.
“Kita akan pasang tenda, kita berkemah di Rumah Wali Kota dan minta makan kepada Wali Kota,” ujar Dian, salah satu pengurus IP3. (rid)
Editor : Novitri Selvia