PADEK.JAWAPOS.COM-SD Negeri 21 Payakumbuh terus berbenah mengikuti perkembangan teknologi pembelajaran.
Sejak dua bulan terakhir, sekolah tersebut mulai memanfaatkan papan panel atau smart TV sebagai sarana belajar modern yang digunakan oleh seluruh guru dan peserta didik.
Kehadiran perangkat ini dinilai mampu meningkatkan semangat belajar siswa sekaligus memudahkan guru dalam menyampaikan materi.
Kepala Sekolah SDN 21 Payakumbuh, Amperawati, mengungkapkan bahwa penggunaan papan panel tersebut membawa perubahan positif yang sangat terasa di lingkungan sekolah.
“Alhamdulillah, papan panel smart TV ini sangat membantu guru-guru dan bisa membuat anak-anak bersemangat untuk belajar,” ujarnya.
Amperawati menjelaskan, karena baru tersedia satu unit, pihak sekolah menyusun jadwal pemakaian yang berlaku untuk semua kelas hingga kelas VI. Seluruh guru, baik guru kelas maupun guru mata pelajaran, wajib memanfaatkannya.
“Terkait penggunaannya, kami membuat jadwal untuk kelas I sampai kelas VI, dan semua guru harus memakai papan ini secara bergantian. Setiap hari anak-anak belajar di ruang majelis guru karena kami belum memiliki ruangan khusus untuk penempatannya,” jelasnya.
Rencananya, papan panel tersebut akan ditempatkan di ruang perpustakaan. Namun perpustakaan belum bisa difungsikan karena pintunya belum dipasang terali sehingga faktor keamanan belum terpenuhi. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa kita selesaikan,” tambahnya.
Selama dua bulan pemakaian, respons siswa dinilai sangat positif. Media visual yang lebih interaktif membuat pembelajaran terasa lebih hidup.
“Anak-anak gembira belajarnya. Pernah waktu kelas II, kami tayangkan cerita tentang seorang ayah yang berusaha memenuhi kebutuhan keluarganya. Semua anak menangis, terharu. Jadi mereka bisa menonton video, film, dan berbagai cerita anak-anak di sini,” tutur Amperawati.
Menurutnya, kehadiran visual dan audio membuat pelajaran lebih mudah dipahami dan mampu menyentuh sisi emosional siswa, sesuatu yang sulit dicapai melalui metode pembelajaran konvensional.
Meski manfaatnya besar, keterbatasan jumlah papan panel menjadi kendala utama. Dengan 18 rombongan belajar (rombel) dan total 546 siswa, satu perangkat dinilai belum memadai.
“Kendalanya adalah karena kita banyak rombel, tetapi hanya punya satu papan panel. Harapan kami, ke depan mudah-mudahan bisa ditambah. Kalau dibawa ke kelas-kelas itu agak rentan dan berisiko, makanya kami tempatkan di satu ruangan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa sekolah membutuhkan ruang khusus yang aman untuk menempatkan perangkat teknologi tersebut.
Selain demi efektivitas pembelajaran, ruang khusus diperlukan untuk menghindari risiko kerusakan maupun pencurian. “Dengan jumlah siswa sekarang, minimal kami butuh 10 papan panel,” pungkasnya. (rid)
Editor : Novitri Selvia