PADEK.JAWAPOS.COM-Kawasan Taman Batang Agam kini menjadi ruang publik favorit warga Kota Payakumbuh.
Mulai dari anak muda hingga keluarga memanfaatkan area terbuka tersebut untuk beragam aktivitas, terutama pada pagi hari akhir pekan.
Sejak ditetapkan sebagai kawasan Car Free Day (CFD) oleh Pemerintah Kota Payakumbuh pada 1 Oktober 2025, kawasan Batang Agam selalu ramai dikunjungi.
Setiap Minggu pagi, kawasan ini dipadati warga yang datang untuk berolahraga maupun bersantai.
CFD menghadirkan suasana baru bagi masyarakat kota. Interaksi sosial tumbuh di ruang terbuka, sementara warga menikmati udara pagi dan pemandangan aliran Sungai Batang Agam.
Namun, tingginya jumlah pengunjung memunculkan persoalan parkir kendaraan. Banyak kendaraan diparkir sembarangan di sekitar lokasi CFD sehingga mengganggu kenyamanan.
Pantauan Padang Ekspres menunjukkan bahu jalan di sekitar kawasan dipenuhi kendaraan. Akses jalan menyempit di beberapa titik dan arus lalu lintas sempat tersendat.
Sejumlah kendaraan terlihat parkir di dekat area pejalan kaki sebelum kawasan CFD.
Kondisi tersebut mengurangi ruang gerak pengunjung. Penumpukan kendaraan di beberapa titik juga mengganggu aktivitas keluar masuk kendaraan.
Rizky, 22, salah satu pengunjung CFD, mengaku menikmati suasana kawasan Batang Agam dan rutin datang bersama teman-temannya untuk berolahraga.
Namun, menurutnya, persoalan kendaraan yang menumpuk cukup mengganggu kenyamanan karena lokasi parkir terpusat di satu titik.
“Kalau parkirnya lebih tertata, pasti lebih nyaman. Atau bisa dibuat tempat parkir khusus sebelum area CFD. Kalau seperti ini kesannya sempit dan kurang nyaman,” kata Rizky.
Hal serupa disampaikan Dinda, 21, pengunjung yang datang untuk menikmati kuliner UMKM di kawasan CFD.
“Ramainya seru, tapi parkirnya bikin kurang nyaman, apalagi kalau ramai. Jadi mengganggu akses keluar masuk,” ujarnya kepada Padang Ekspres, Minggu (14/12).
Meski demikian, kawasan tersebut tetap dipadati pengunjung, khususnya kalangan anak muda. CFD menjadi ruang berkumpul yang murah dan terbuka.
Keberadaan kawasan di tepi aliran Sungai Batang Agam menjadi nilai tambah yang terus menarik pengunjung.
Kebutuhan akan lokasi parkir khusus juga disampaikan Em, 45, salah satu pedagang di area CFD. Ia menilai ketersediaan area parkir khusus akan membuat kawasan CFD lebih tertata.
“Ini memang butuh parkir karena area terbatas. Sepanjang area masuk itu saja kendaraan sudah menumpuk. Sudah seharusnya disediakan lahan parkir khusus dan dikelola resmi oleh pemerintah,” ujarnya.
Selain itu, kehadiran petugas parkir resmi juga dinilai penting. Pengunjung membutuhkan arahan yang jelas agar ketertiban kawasan tetap terjaga.
“Yang dibutuhkan lagi itu soal tukang parkir. Jangan saat pengunjung datang tidak ada, lalu setelah mau pergi tiba-tiba diminta uang parkir. Ini membuat orang jadi tidak nyaman,” tambah Em. (cr7)
Editor : Novitri Selvia