Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

218 Pedagang Korban Kebakaran Pasar Payakumbuh Ikuti Lotting Kios Penampungan

Syamsu Ridwan • Senin, 22 Desember 2025 | 13:08 WIB
PILIH KIOS: Pedagang korban kebakaran Pasar Pusat Pertokoan Payakumbuh mengikuti proses pencabutan nomor kios penampungan di Kantor Bidang Pasar Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh, Sabtu (20/12).
PILIH KIOS: Pedagang korban kebakaran Pasar Pusat Pertokoan Payakumbuh mengikuti proses pencabutan nomor kios penampungan di Kantor Bidang Pasar Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh, Sabtu (20/12).

PADEK.JAWAPOS.COM-Sebanyak 218 pedagang korban kebakaran Pasar Pusat Pertokoan Payakumbuh mengikuti proses pencabutan nomor (lotting) kios penampungan yang digelar di Kantor Bidang Pasar Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh, Sabtu (20/12).

Proses berlangsung tertib dan transparan setelah para pedagang menanti kepastian selama hampir empat bulan. Para pedagang yang mengikuti lotting merupakan pedagang yang telah lolos verifikasi data.

Tahapan ini menjadi langkah awal untuk kembali menjalankan aktivitas ekonomi yang sempat terhenti akibat kebakaran pada 26 Agustus 2025.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Payakumbuh, Yasrizal, menyampaikan bahwa penyediaan kios sementara merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat terdampak.

“Pemerintah hadir tidak hanya untuk membangun fisik kios, tetapi juga memastikan penempatannya berjalan transparan, adil, dan berpihak kepada mereka yang benar-benar terdampak,” ujar Yasrizal.

Ia menambahkan, kios penampungan tersebut berfungsi sebagai ruang transisi sebelum revitalisasi pasar permanen dilaksanakan secara menyeluruh.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh, M. Faizal, menjelaskan bahwa kelancaran proses lotting menunjukkan sistem penempatan kios dapat diterima oleh pedagang. Ia merinci sejumlah ketentuan penempatan kios penampungan.

“Sebanyak 202 unit kios telah dibangun di dua titik utama, yakni Jalan Sutan Usman dan kawasan Belakang Pos Kota (eks Terminal Sago),” kata Faizal.

Selain itu, setiap pedagang hanya berhak atas satu kios sesuai nomor undian dan dilarang melakukan pemindahtanganan.

“Jika ditemukan praktik jual beli atau pengalihan hak kepada pihak lain, pemerintah akan mengambil tindakan tegas dengan menyita kios tersebut,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan, pemerintah membebaskan pedagang dari seluruh retribusi pasar selama satu tahun, kecuali biaya listrik.

Mengingat bangunan kios bersifat semi permanen dari kayu, pedagang juga dilarang melakukan aktivitas memasak di dalam kios guna mencegah risiko kebakaran.

Faizal menambahkan, pedagang yang telah memperoleh nomor undian namun kiosnya belum tersedia akan masuk dalam daftar prioritas pembangunan tambahan pada awal Tahun Anggaran 2026.

Salah seorang pedagang terdampak, Ayu Suhana, menyampaikan rasa syukur setelah mendapatkan kios penampungan.

“Alhamdulillah, sangat bersyukur bisa berdagang lagi. Hampir empat bulan kami berhenti beraktivitas, tentu sangat berat bagi kami pedagang kecil. Terima kasih Pemerintah Kota Payakumbuh sudah memfasilitasi kami,” ujarnya.

Kegiatan lotting kios penampungan ini disaksikan jajaran Forkopimda Kota Payakumbuh, Asisten I, II, dan III, Satpol PP, Diskominfo, serta pengurus Ikatan Pedagang Pasar Payakumbuh (IP3).

Dengan selesainya proses tersebut, aktivitas perdagangan di kawasan Pasar Payakumbuh diharapkan segera kembali berjalan pascakebakaran. (rid)

Editor : Novitri Selvia
#Yasrizal #Kios Penampungan #M Faizal #Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh #lotting