Abak mengatakan penurunan jumlah penumpang jauh lebih drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Ia menyebut beberapa jadwal keberangkatan bahkan tidak memiliki penumpang sama sekali.
Meski demikian, PO MPM tetap memberangkatkan armada dengan sistem penjemputan dari Bukittinggi, Padangpanjang, Tanahdatar, hingga Solok sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta dan Bandung.
“Sepinya penumpang ini merupakan dampak dari bencana di Sumbar. Masyarakat masih takut untuk bepergian,” ujar Abak.
Untuk tarif, kelas premium dibanderol Rp650 ribu rute Payakumbuh–Jakarta dan Rp700 ribu ke Bandung.
Sementara kelas legrest masing-masing Rp625 ribu dan Rp675 ribu. Saat ini, PO MPM tidak lagi menyediakan kelas ekonomi karena minimnya permintaan.
Abak memprediksi jumlah penumpang akan kembali meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri, sebagaimana pola tahunan yang biasa terjadi.(rid)
Editor : Hendra Efison