Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Aktivitas Hilang, Terminal Pasar Kabau Labuah Payakumbuh Kini Sepi dan Nyaris Tak Berfungsi

Irfan R Rusli • Senin, 19 Januari 2026 | 18:08 WIB

Terminal Pasar Kabau Labuah Payakumbuh kian sepi setelah rute dipusatkan ke Terminal Koto Nan Ampek, pedagang berharap ada fungsi baru kawasan terminal. (Foto: Irfan/Padeks)
Terminal Pasar Kabau Labuah Payakumbuh kian sepi setelah rute dipusatkan ke Terminal Koto Nan Ampek, pedagang berharap ada fungsi baru kawasan terminal. (Foto: Irfan/Padeks)
PADEK.JAWAPOS.COM—Terminal Pasar Kabau Labuah Baru di Kota Payakumbuh terus mengalami penurunan aktivitas setelah pemusatan rute angkutan ke Terminal Tipe B Koto Nan Ampek, membuat kawasan tersebut kini sepi dan nyaris tidak berfungsi.

Pantauan Padang Ekspres, Senin (19/1/2026), kios-kios di area terminal tampak tertutup, bangku tunggu kosong, serta rumput liar mulai tumbuh di sejumlah sudut.

Tidak terlihat kendaraan umum yang masuk maupun penumpang yang menunggu angkutan.

Beberapa tahun lalu, Terminal Pasar Kabau Labuah menjadi pusat perhentian angkutan kota dan minibus dengan rute menuju Pangkalan, Kapur Sembilan, Limbonang, Guguak, hingga Koto Tinggi.

Aktivitas berlangsung sejak pagi hingga sore dan dipadati penumpang serta pedagang kecil.

Namun, perubahan kebijakan penataan transportasi menyebabkan angkutan antarkota dan antarkabupaten dialihkan ke Terminal Koto Nan Ampek.

Minibus yang sebelumnya rutin masuk ke terminal lama kini tidak lagi beroperasi di jalur tersebut.

Penumpang juga menyesuaikan kebiasaan dengan naik dan turun di titik-titik yang dianggap lebih dekat dan efisien, meski berada di luar terminal resmi.

Kondisi ini mempercepat penurunan aktivitas di Terminal Pasar Kabau Labuah.

Eti (45), pedagang nasi yang masih bertahan berjualan di terminal, mengakui penurunan pembeli berlangsung drastis.

“Kalau dulu, mobil ke Pangkalan dan Kapur Sembilan ramai masuk. Penumpang pasti makan dulu sebelum jalan,” ujarnya.

“Sekarang sepi sekali. Kadang sampai siang dagangan belum habis juga,” katanya.

Baca Juga: Transaksi Sabu Digagalkan di Solok, Pemuda Bukit Sundi Diamankan Polisi

Ia berharap pemerintah daerah memberi perhatian agar terminal kembali hidup atau dialihkan ke fungsi baru yang dapat mendukung ekonomi warga kecil.

Pandangan serupa disampaikan Jaidi (55), warga di sekitar lokasi. “Kalau mau ke Limbonang atau Koto Tinggi, orang pasti ke sini. Sekarang hampir tak ada kendaraan masuk,” katanya.

Menurutnya, meski pemusatan transportasi di Terminal Koto Nan Ampek merupakan bagian dari penataan, terminal lama tidak seharusnya dibiarkan terbengkalai.(CR8)

Editor : Hendra Efison
#Terminal Pasar Kabau Labuah Baru #transportasi Payakumbuh #Terminal Koto Nan Ampek