Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan launching Posyandu enam Bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Pekan Posyandu Bidang Kesehatan Tahun 2026.
Dalam sambutannya, Zulmaeta menyatakan pelantikan TP Posyandu Kota Payakumbuh periode 2025–2029 serta launching Posyandu enam SPM merupakan langkah maju untuk memperluas dan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa Posyandu kini tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi telah berkembang mencakup enam bidang, yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.
“Kami berharap Tim Pembina mampu mendorong inovasi pelayanan, meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat, serta menjadi motor penggerak partisipasi aktif masyarakat,” ujarnya.
Launching Posyandu enam SPM dan Pekan Posyandu Bidang Kesehatan Tahun 2026 ditandai dengan pemukulan gong serta penandatanganan komitmen bersama mendukung pekan Posyandu bertema “Posyandu Hebat, Keluarga Kuat, Sumatera Barat Sehat.”
Menurutnya, tema tersebut menjadi komitmen bersama untuk mewujudkan masyarakat Payakumbuh yang lebih sehat dan berkualitas melalui penguatan layanan dasar berbasis keluarga.
Zulmaeta juga menyoroti peran P2TP2A sebagai garda terdepan perlindungan perempuan dan anak dengan capaian tahun 2025 menangani 33 kasus anak dan 24 kasus perempuan.
Kasus terbanyak yang ditangani adalah KDRT, diikuti kekerasan seksual dan penelantaran.
“Data ini menjadi pengingat bahwa masih banyak perempuan dan anak yang membutuhkan perlindungan serta pendampingan kita,” lanjutnya.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara TP PKK dan TP Posyandu Kecamatan agar partisipasi masyarakat dalam pembangunan berbasis keluarga semakin meningkat.
“Kolaborasi lintas sektor serta peran aktif seluruh pengurus sangat penting agar tugas dan fungsi dapat dijalankan secara maksimal, profesional, dan penuh tanggung jawab,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Payakumbuh yang juga Ketua TP Posyandu dan Ketua P2TP2A, Eni Zulmaeta, menyampaikan bahwa Posyandu memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan berbasis masyarakat sekaligus titik temu utama antara pemerintah dan masyarakat dalam pemenuhan layanan dasar.
Ia menegaskan keberhasilan Posyandu bergantung pada dukungan lintas sektor dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
Eni menjelaskan Pemko Payakumbuh terus mendorong penguatan Posyandu melalui transformasi layanan terpadu sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu berbasis SPM.
Menurutnya, pendekatan tersebut menjadikan Posyandu berkembang sebagai pusat layanan dasar masyarakat secara menyeluruh.
Ia juga mengingatkan tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak pada 2025 menjadi alarm untuk memperkuat pencegahan melalui edukasi, sosialisasi, dan penguatan ketahanan keluarga.
Eni mengajak seluruh kader dan pengurus yang baru dilantik bekerja dengan dedikasi dan inovasi guna menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Payakumbuh.(*)
Editor : Hendra Efison