Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 02.50 WIB itu berlangsung di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Kantor Pos, Kelurahan Koto Kociak Kubu Tapak Rajo, Kecamatan Payakumbuh Utara.
Pemerintah Kota Payakumbuh langsung mengonsolidasikan penanganan pascakebakaran guna memastikan situasi di pusat pertokoan tetap kondusif dan aktivitas ekonomi masyarakat tidak terganggu.
Wakil Wali Kota, Elzadaswarman, dan Sekretaris Daerah, Rida Ananda, turun langsung ke lokasi pada Senin pagi untuk menemui korban serta berkoordinasi dengan unsur Forkopimda dan instansi terkait.
“Ini adalah sebuah kecelakaan. Pemko Payakumbuh menyikapi kejadian ini dengan hati-hati karena berkaitan langsung dengan ekonomi masyarakat,” kata Elzadaswarman.
Ia menyebut langkah awal yang dilakukan pemerintah kota adalah koordinasi lintas instansi agar penanganan berjalan sesuai prosedur dan tidak menimbulkan dampak lanjutan di kawasan pertokoan.
Aparat di lokasi segera melakukan pengamanan untuk menjaga situasi tetap terkendali, sementara area terdampak dibersihkan dan satu petak toko yang terbakar dipasangi garis polisi.
“Saat ini kita menunggu Tim Verifikasi dari Polres Payakumbuh untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.
Menurut Elzadaswarman, proses verifikasi penting agar penyebab kebakaran dapat dipastikan secara resmi dan tidak berkembang menjadi informasi yang simpang siur di tengah masyarakat.
Berdasarkan data Pemko Payakumbuh, ruko yang terbakar merupakan milik Novrianto (46), pedagang asal Nan Kodok, Tigo Koto Dibaruh, Kecamatan Payakumbuh Utara.
Dalam proses pemadaman, tiga unit armada Damkar Kota Payakumbuh dan satu unit armada Damkar Kabupaten Limapuluh Kota dikerahkan ke lokasi.
Elzadaswarman mengapresiasi respons cepat petugas pemadam kebakaran yang dinilai sangat menentukan sehingga api tidak merembet ke bangunan lain di kawasan padat pertokoan tersebut.
Ia menyebut petugas bekerja dalam situasi berisiko karena terdapat potensi korsleting listrik di sekitar lokasi kejadian, namun seluruh personel tetap selamat hingga api berhasil dikendalikan.
Api dinyatakan berhasil dipadamkan pada pukul 04.49 WIB dan tidak berkembang menjadi kebakaran besar.
“Kita terus berkoordinasi dengan kepolisian, Forkopimda, dan dinas terkait agar proses investigasi berjalan lancar dan penyebab kebakaran bisa diketahui secara pasti,” ujarnya.
Sementara itu, Rida Ananda mengimbau para pemilik usaha di kawasan pertokoan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya yang dipicu instalasi listrik.
Ia juga mendorong pedagang melakukan pengecekan instalasi listrik secara berkala serta menyiapkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai langkah antisipasi awal sebelum petugas tiba di lokasi.
Warga sekitar turut mengapresiasi kecepatan respons petugas, dan menyebut api tidak sempat merembet karena penanganan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.(*)
Editor : Hendra Efison