Memasuki sore hari, kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur itu dipadati masyarakat yang menghabiskan waktu menjelang berbuka puasa atau ngabuburit.
Pantauan Padang Ekspres, Senin (2/3/2026), sejak pukul 16.30 WIB, jalan yang membentang di sepanjang aliran Batang Agam mulai ramai oleh pengunjung yang datang secara berkelompok.
Sebagian duduk santai di tepi jalur pedestrian, sementara lainnya berdiri menikmati pemandangan sungai sambil bercengkerama dengan keluarga dan teman.Deretan kendaraan roda dua dan roda empat terparkir rapi di sisi jalan.
Beberapa pedagang kecil memanfaatkan momen Ramadan dengan menjajakan minuman segar serta makanan ringan untuk kebutuhan berbuka puasa.
Suasana sore yang teduh dengan hembusan angin dari aliran sungai menambah kenyamanan kawasan tersebut, sehingga banyak pengunjung memilih duduk di pembatas sungai menghadap air yang mengalir tenang sembari menunggu waktu magrib tiba.
Ridho (27), salah seorang pengunjung, mengaku hampir setiap sore datang ke lokasi tersebut selama Ramadan karena suasananya dinilai lebih santai dibandingkan tempat lain di Kota Payakumbuh.
Ia menyebut kawasan Jalan Baru Batang Agam menawarkan ruang terbuka yang luas dan sejuk untuk berkumpul tanpa harus mengeluarkan biaya.
Menurut Ridho, sebelum kawasan tersebut tertata seperti sekarang, pilihan ruang publik pada sore hari relatif terbatas dan sebagian besar aktivitas berkumpul dilakukan di taman atau kafe.
Keberadaan proyek lanjutan Batang Agam, kata dia, memberi alternatif ruang terbuka gratis yang bisa diakses masyarakat secara leluasa.
Hal serupa disampaikan Riski (22), mahasiswa yang juga ditemui di lokasi.
Ia memilih ngabuburit di kawasan tersebut karena suasananya ramai namun tetap nyaman, serta memungkinkan bertemu banyak teman dalam satu waktu.
Baca Juga: Pemko Pariaman Gratiskan JKK dan JKM untuk Pekerja Mandiri, 5 Ahli Waris Terima Santunan
Tak hanya kalangan muda, keluarga yang membawa anak-anak kecil juga memadati kawasan tersebut.
Beberapa anak terlihat berlarian di sepanjang jalur pedestrian, sementara orang tua mereka duduk mengawasi dari kejauhan.
Dari pantauan di lapangan, situasi terbilang kondusif meski jumlah pengunjung terus meningkat setiap sore.
Pengunjung tampak tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas, sementara beberapa petugas terlihat sesekali melintas untuk memantau keadaan.
Menjelang azan magrib, sebagian pengunjung membuka bekal dari rumah, mulai dari air mineral hingga kurma, sedangkan lainnya membeli jajanan dari pedagang sekitar.
Saat azan berkumandang, pengunjung serentak membatalkan puasa sebelum melanjutkan aktivitas, termasuk menuju masjid terdekat untuk menunaikan salat magrib berjamaah.
Keberadaan proyek lanjutan Batang Agam yang awalnya dirancang sebagai bagian dari penataan kawasan sungai kini berkembang menjadi titik kumpul baru masyarakat.
Ramadan tahun ini mempertegas fungsi kawasan tersebut sebagai ruang rekreasi alternatif sekaligus ruang sosial yang hidup dan dinamis di Kota Payakumbuh.(*)
Editor : Hendra Efison