Pertemuan tersebut dimanfaatkan Pemerintah Kota Payakumbuh untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyampaikan arah pembangunan daerah kepada para pemangku adat yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat.
Zulmaeta menyampaikan apresiasi kepada niniak mamak dan bundo kanduang yang selama ini dinilai terus memberikan dukungan terhadap berbagai upaya pembangunan dan kemajuan Kota Payakumbuh.
“Terima kasih kepada niniak mamak dan bundo kanduang yang selama ini terus memberikan dukungan untuk kemajuan Kota Payakumbuh,” kata Zulmaeta.
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Payakumbuh saat ini menjalankan pembangunan dengan berpedoman pada trilogi kepemimpinan Zulmaeta–Elzadaswarman atau Zuzema.
Trilogi tersebut meliputi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, pembangunan kota yang tertata, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pembangunan daerah.
Menurutnya, peran niniak mamak dan bundo kanduang sangat penting dalam mengawal jalannya pemerintahan sekaligus menjaga nilai-nilai adat yang tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Payakumbuh.
Zulmaeta menegaskan bahwa pemerintah daerah membuka ruang bagi niniak mamak untuk menyampaikan berbagai masukan terkait jalannya pemerintahan maupun informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
“Kita selalu membuka ruang masukan dari niniak mamak. Jika ada informasi atau berita miring terkait aparatur sipil negara, silakan dilaporkan. Kita berkomitmen menindaklanjutinya sebagai bagian dari upaya menjaga tata kelola pemerintahan yang baik,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Zulmaeta juga memaparkan sejumlah rencana pembangunan yang sedang dipersiapkan oleh Pemerintah Kota Payakumbuh.
Salah satu rencana pembangunan yang disampaikan adalah pembangunan kembali Pasar Payakumbuh yang saat ini tengah melalui tahapan perencanaan.
Ia mengakui bahwa sebelumnya sempat muncul berbagai informasi yang menimbulkan keraguan di tengah masyarakat terkait rencana pembangunan pasar tersebut.
Namun dukungan dari niniak mamak dan bundo kanduang dinilai menjadi kekuatan moral bagi pemerintah kota untuk melanjutkan proses perencanaan pembangunan Pasar Payakumbuh.
“Alhamdulillah tahapan perencanaan pembangunan Pasar Payakumbuh terus berjalan. Kementerian juga telah menyampaikan komitmen bahwa pembangunan tahap awal direncanakan pada awal tahun 2027,” kata Zulmaeta.
Selain pembangunan Pasar Payakumbuh, pemerintah kota juga memprioritaskan penataan Pasar Ibuh agar menjadi pasar yang lebih representatif, bersih, dan tertata rapi.
Menurutnya, saat ini sudah tersedia dana untuk pembangunan Pasar Ibuh yang diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pedagang maupun masyarakat yang berbelanja.
“Untuk Pasar Ibuh, saat ini sudah tersedia dana untuk pembangunan yang lebih representatif. Kita berharap dukungan dari niniak mamak, bundo kanduang, dan seluruh masyarakat agar pasar ini menjadi lebih bersih dan tertata,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Zulmaeta juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan berbagai persoalan fasilitas umum yang rusak agar pemerintah dapat segera melakukan perbaikan.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Payakumbuh tidak menutup diri terhadap kritik dan saran dari masyarakat selama bertujuan untuk kemajuan daerah.
“Kita tidak anti kritik. Jika ada kritik dan saran yang membangun dari niniak mamak maupun masyarakat, silakan disampaikan. Nanti dirundingkan bersama untuk kemajuan Kota Payakumbuh,” katanya.
Zulmaeta juga mengingatkan bahwa pembangunan daerah saat ini dihadapkan pada keterbatasan anggaran sehingga diperlukan dukungan serta kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
“Dengan keterbatasan anggaran yang ada, mari kita bangun Kota Payakumbuh secara bertahap dan bersama-sama,” pungkasnya.(*)
Editor : Hendra Efison