Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pasar Pabukoan Limbukan jadi Ikon Berburu Takjil Ramadan di Payakumbuh

Irfan R Rusli • Rabu, 11 Maret 2026 | 11:56 WIB

Photo
Photo
PADEK.JAWAPOS.COM—Keramaian pasar takjil masih terasa di Payakumbuh meski Ramadan telah memasuki H-9 menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Salah satu lokasi yang tetap ramai diserbu warga adalah Pasar Pabukoan Limbukan.

Pantauan di lokasi pada Selasa sore (10/3/2026) menunjukkan aktivitas jual beli mulai terlihat sejak sore hari. Deretan lapak pedagang yang berjejer di sepanjang kawasan tersebut dipadati pengunjung yang datang silih berganti untuk berburu hidangan berbuka puasa.

Keramaian semakin meningkat menjelang pukul 16.30 WIB. Pengunjung terlihat berjalan menyusuri barisan pedagang sambil memilih menu berbuka. Suasana khas menjelang waktu magrib terasa semakin hidup dengan percakapan antara pedagang dan pembeli yang saling bersahutan.

Beragam jenis makanan dan minuman dijajakan di pasar pabukoan ini. Mulai dari gorengan hangat, kolak pisang, es buah, hingga berbagai kuliner khas Minangkabau yang biasanya mudah ditemui saat bulan Ramadan.

Meski kini banyak pasar takjil baru bermunculan di berbagai sudut kota, Pasar Pabukoan Limbukan tetap menjadi salah satu tujuan utama warga untuk mencari hidangan berbuka.

Salah seorang pengunjung, Mus (58), mengaku hampir setiap Ramadan datang ke lokasi tersebut untuk membeli pabukoan atau makanan berbuka puasa.

“Kalau Ramadan saya hampir selalu datang ke sini. Dari dulu sudah biasa membeli pabukoan di Limbukan. Walaupun sekarang banyak pasar takjil di tempat lain, saya tetap sering ke sini,” ujarnya.

Menurutnya, selain pilihan makanan yang beragam, suasana pasar pabukoan di Limbukan juga memberikan pengalaman tersendiri bagi pengunjung.

Hal senada disampaikan pengunjung lainnya, In (26). Ia menilai pasar pabukoan di kawasan tersebut memiliki nilai kenangan tersendiri.

“Dulu waktu kecil sering diajak orang tua ke sini untuk mencari pabukoan. Jadi kalau datang lagi sekarang rasanya seperti mengulang kenangan lama,” katanya.

Selain menjadi tempat berburu makanan berbuka, keberadaan pasar pabukoan juga memberikan dampak ekonomi bagi para pedagang kecil yang memanfaatkan momen Ramadan untuk membuka lapak sementara.

Salah seorang pedagang, Riko (36), mengatakan dirinya rutin berjualan di kawasan Pasar Pabukoan Limbukan setiap Ramadan. Ia menjual gorengan serta minuman dingin seperti es tebak yang cukup diminati pembeli.

Menurutnya, penjualan selama Ramadan biasanya meningkat dibandingkan hari biasa.

“Kalau Ramadan memang lebih ramai. Banyak yang mencari gorengan atau minuman dingin untuk berbuka. Biasanya pembeli mulai ramai sekitar satu jam sebelum azan magrib,” ujarnya.

Ia menambahkan, menjelang waktu berbuka menjadi momen paling sibuk bagi para pedagang karena pembeli datang hampir tanpa henti.

Keramaian pasar pabukoan hingga mendekati akhir Ramadan menunjukkan bahwa tradisi berburu takjil masih kuat di tengah masyarakat. Selain untuk memenuhi kebutuhan berbuka puasa, aktivitas tersebut juga menjadi bagian dari dinamika sosial yang selalu hadir setiap Ramadan.

Di Payakumbuh, pasar pabukoan bahkan telah menjadi salah satu ikon Ramadan yang selalu dinantikan masyarakat setiap tahunnya. Meski banyak lokasi baru bermunculan, Pasar Pabukoan Limbukan tetap bertahan sebagai salah satu pusat kuliner berbuka yang ramai dikunjungi warga. (cr7)

Editor : Adetio Purtama
#Pasar Pabukoan Limbukan #ikon #payakumbuh #takjil Ramadan