PT BPRS Almakmur mencatatkan diri sebagai BPR/S yang mampu menorehkan laba terbesar di Sumatera Barat. Hal ini terlihat dari kinerja tahun buku 2025 dengan total aset Rp110,40 miliar, pembiayaan Rp83,48 miliar, pendanaan Rp69,90 miliar, serta laba bersih usaha Rp3,15 miliar atau tumbuh 15,80 persen secara year on year.
Laporan: Two Efly, Kota Payakumbuh
Tak hanya aset yang besar, kualitas usaha dan capaian laba juga meningkat pada 2025. Per 31 Desember 2025, BPRS Almakmur tercatat sebagai BPR/S dengan capaian laba terbesar di Sumatera Barat.
“Alhamdulillah, berkat kerja keras tim, kinerja kami di 2025 relatif lebih baik dibandingkan 2024. Seluruh indikator usaha bertumbuh,” ujar Direktur Utama PT BPRS Almakmur, MHD Budi Nanda, didampingi Komisaris Utama Drs Azmi Syahbuddin.
Ia menyebut total aset mencapai Rp110,40 miliar, pembiayaan Rp83,48 miliar, dan pendanaan Rp69,90 miliar. Laba bersih usaha meningkat dari Rp2,72 miliar menjadi Rp3,15 miliar atau tumbuh 15,80 persen secara tahunan.
Baca Juga: Perdana, Car Free Day Dharmasraya Diserbu Warga di Pulau Punjung
Selain itu, kualitas aktiva produktif juga membaik seiring turunnya rasio pembiayaan bermasalah (NPF) menjadi 0,44 persen. Efisiensi juga terlihat dari rasio BOPO yang tercatat 73,11 persen.
Aset dan Pendanaan
Dalam laporan keuangan publikasi 2025, total aset tercatat Rp110,40 miliar atau tumbuh 13,13 persen secara year on year. Capaian ini juga melampaui target rencana bisnis bank.
Pertumbuhan aset didorong optimalnya fungsi intermediasi dalam menghimpun dan menyalurkan dana. Total pendanaan sepanjang 2025 mencapai Rp69,90 miliar atau tumbuh 87,73 persen.
Pendanaan tersebut berasal dari tabungan wadiah Rp29,43 miliar (tumbuh 3,26 persen), tabungan mudharabah Rp2,13 miliar, dan deposito mudharabah Rp38,34 miliar (tumbuh 12,17 persen).
Baca Juga: Pendaki U-Forty Bangun Musala Hamba Allah di Posko Sago Tanahdatar
Pembiayaan dan Pendapatan
Penyaluran pembiayaan mencapai Rp83,48 miliar. Rinciannya meliputi piutang murabahah Rp63,74 miliar, piutang multijasa Rp1,34 miliar (tumbuh 11,66 persen), dan qard Rp36 juta.
Sementara itu, pembiayaan berbasis bagi hasil mencatatkan murabahah Rp3,70 miliar (tumbuh 172,05 persen) dan musyarakah Rp14,22 miliar (tumbuh 6,51 persen).
Pendapatan distribusi dana mencapai Rp12,96 miliar atau tumbuh 18,14 persen. Di sisi lain, beban operasional turun dari Rp5,82 miliar pada 2024 menjadi Rp5,78 miliar pada 2025.
“Pendapatan yang meningkat dan biaya yang menurun mendorong peningkatan laba,” ujar Budi Nanda.
Baca Juga: Huntap Mandiri Limapuluh Kota Dimulai, 47 KK Siap Direlokasi
NPF, BOPO, dan Laba
Manajemen juga berhasil menekan NPF menjadi 0,44 persen. Rasio BOPO tercatat 73,11 persen, menunjukkan efisiensi operasional yang baik.
Laba bersih usaha meningkat dari Rp2,72 miliar pada 2024 menjadi Rp3,15 miliar pada 2025 atau tumbuh 15,80 persen secara year on year. Capaian ini juga melampaui target dalam RBB.
Dalam dua tahun terakhir, BPRS Almakmur tercatat sebagai salah satu BPRS dengan aset besar dan laba tertinggi di Sumatera Barat.
“Terima kasih atas dukungan seluruh pihak. Semoga capaian ini dapat dipertahankan,” tutup Budi Nanda.(*)
Editor : Hendra Efison