Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Perkuat Respons Cepat Hadapi Bencana, Payakumbuh Uji Ketangkasan Personel-Kelaikan Alat

Syamsu Ridwan • Senin, 27 April 2026 | 10:55 WIB
Sebanyak 125 personel gabungan mengikuti uji kesiapsiagaan di kawasan Jembatan Surabaya, BWS Sumatera V Batang Agam, Minggu (26/4). (DOK MC PAYAKUMBUH)
Sebanyak 125 personel gabungan mengikuti uji kesiapsiagaan di kawasan Jembatan Surabaya, BWS Sumatera V Batang Agam, Minggu (26/4). (DOK MC PAYAKUMBUH)

PADEK.JAWAPOS.COM - Sebanyak 125 personel gabungan di Kota Payakumbuh mengikuti apel dan gladi kesiapsiagaan di kawasan Jembatan Surabaya, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Batang Agam, Minggu (26/4).

Latihan ini bukan sekadar seremonial. Mengingat posisi geografis Indonesia yang rentan, kesiapan personel dan peralatan menjadi harga mati.

Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, yang bertindak sebagai pembina apel mewakili Wali Kota Zulmaeta, menegaskan kecepatan respons di detik-detik awal bencana adalah kunci keselamatan.

“Kesiapsiagaan bukan sekadar slogan, melainkan upaya antisipasi dan respons efektif yang harus dibangun sejak dini. Detik-detik awal saat bencana datang adalah penentu antara hidup dan mati,” tegas Elzadaswarman di hadapan ratusan relawan.

Peringatan HKBN tahun ini membawa pesan serius. Mengutip The World Risk Report 2023, Elzadaswarman memaparkan fakta bahwa Indonesia menempati peringkat kedua dari 193 negara dengan tingkat risiko bencana tertinggi di dunia.

Kota Payakumbuh sendiri, lanjutnya, memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi, mulai dari cuaca ekstrem, banjir, hingga angin puting beliung. Oleh sebab itu, gladi kali ini dirancang khusus untuk menguji tiga aspek utama yakni ketangkasan personel, kelaikan peralatan, dan koordinasi lintas instansi.

“Saya minta seluruh peserta menganggap latihan ini sebagai situasi nyata. Ketajaman insting dan kecepatan koordinasi Saudara akan menjadi tumpuan keselamatan warga Payakumbuh,” ujarnya.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini melibatkan total 19 unsur kekuatan. BPBD Payakumbuh menurunkan kekuatan penuh sebanyak 33 personel, disusul TAGANA (17 orang), serta Satpol PP, Damkar, dan Pramuka masing-masing 10 orang.

Tak hanya personel, berbagai alat material (Almat) juga dikerahkan untuk memastikan kelaikannya, di antaranya Dinas Kesehatan, Satpol PP dan Damkar, Dinas Perhubungan 2 unit motor patroli.

Seluruh peserta, mulai dari Basarnas, PMI, ORARI, RAPI, hingga Koordinator Kampung Siaga Bencana (KSB) dari lima kecamatan, tampak siaga mengenakan atribut lengkap, termasuk kaus oranye khas relawan kebencanaan.

 

Di akhir amanatnya, Elzadaswarman menekankan urusan keselamatan bukan hanya beban pemerintah. Ia mendorong setiap keluarga di Payakumbuh untuk mulai menyusun rencana evakuasi mandiri di lingkungan masing-masing.

Peringatan HKBN yang jatuh setiap 26 April ini bertepatan dengan momentum lahirnya UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. (rid)

Editor : Adriyanto Syafril
#Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) #siaga bencana