PADEK.JAWAPOS.COM – Pohon tumbang di Payakumbuh akibat cuaca ekstrem yang melanda Kota Payakumbuh merusak dua rumah warga di Jalan Merak, Padang Kaduduak, Kelurahan Tigo Koto Diateh, Kecamatan Payakumbuh Utara, Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bagian dapur dan kamar rumah warga mengalami kerusakan cukup parah akibat tertimpa batang pohon.
Peristiwa itu terjadi saat hujan lebat disertai angin kencang dan petir mengguyur kawasan tersebut. Kondisi cuaca yang memburuk dalam waktu singkat membuat pohon berukuran besar tumbang dan menimpa dua bangunan rumah yang berada di sekitarnya.
Salah seorang pemilik rumah, Gusnita, mengaku sempat berada di dalam rumah ketika kejadian berlangsung. Ia baru selesai memasak dan hendak memindahkan sambal yang sudah matang saat terdengar suara benturan keras dari arah belakang rumah.
“Sebelum kejadian cuaca gelap, badai, hujan lebat, angin kencang, dan petir. Tiba-tiba terdengar suara benturan yang sangat keras. Ketika saya melihat ke belakang rumah, ternyata pohon sudah roboh menimpa bagian dapur,” ujarnya, Senin (15/6/2026).
Benturan pohon tersebut menyebabkan kerusakan pada bagian dapur rumah miliknya. Beruntung tidak ada anggota keluarga yang berada di area terdampak saat kejadian berlangsung.
Pohon Tumbang di Payakumbuh Rusak Dua Rumah Warga
Rumah lain yang ikut terdampak merupakan milik Nura Netra. Saat peristiwa terjadi, ia sedang berjualan di Pasar Ibuh dan tidak mengetahui langsung kondisi cuaca ekstrem yang melanda kawasan tempat tinggalnya.
Nura mengatakan dirinya mendapat kabar dari sang suami melalui sambungan telepon. Setelah menerima informasi bahwa rumah mereka tertimpa pohon, ia langsung meninggalkan aktivitas berdagang dan pulang untuk melihat kondisi rumah.
“Saya sedang berjualan di Pasar Ibuh. Suami menelepon memberi tahu rumah tertimpa pohon. Padahal di pasar saat itu tidak terasa ada angin kencang. Setelah mendapat kabar sekitar pukul 17.15 WIB, saya langsung pulang,” katanya.
Setibanya di rumah, Nura mendapati dua kamar yang ditempati anak-anaknya mengalami kerusakan cukup serius. Atap dan beberapa bagian bangunan rusak akibat tertimpa batang serta ranting pohon yang roboh.
“Yang terdampak ada dua kamar anak-anak,” tambahnya.
BPBD Payakumbuh Lakukan Penanganan Darurat
Pasca kejadian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Payakumbuh segera mengerahkan personel ke lokasi. Tim melakukan asesmen kerusakan sekaligus langkah penanganan awal untuk mengurangi dampak lanjutan.
Petugas memasang terpal pada bagian atap rumah yang rusak guna mencegah air hujan masuk ke dalam bangunan. Langkah darurat tersebut dilakukan sembari menunggu proses perbaikan permanen oleh pemilik rumah.
Selain itu, BPBD juga berkoordinasi dengan warga sekitar untuk membersihkan material pohon yang masih berada di lokasi kejadian. Proses evakuasi dilakukan agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal dan risiko bahaya susulan bisa diminimalkan.
Sementara itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Barat. Warga diminta segera melapor kepada pihak berwenang apabila menemukan pohon tua atau kondisi lingkungan yang berpotensi membahayakan saat hujan lebat dan angin kencang.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem dapat memicu berbagai bencana secara tiba-tiba. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat dan respons cepat petugas menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko dan kerugian yang ditimbulkan.(*)
Editor : Hendra Efison