Populasi Kambing Payakumbuh 3.000–4.000 Ekor, Mutu Ternak Didorong

Hendra Efison • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 12:16 WIB
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta membuka Kontes Kambing Seni Peranakan Etawa (PE) Wali Kota Cup 2026 di Lapangan Kampus Universitas Andalas (Unand) Payakumbuh, Ahad (2/8/2026).
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta membuka Kontes Kambing Seni Peranakan Etawa (PE) Wali Kota Cup 2026 di Lapangan Kampus Universitas Andalas (Unand) Payakumbuh, Ahad (2/8/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM – Pemerintah Kota Payakumbuh mendorong pengembangan sektor peternakan, khususnya kambing Etawa dan Peranakan Etawa (PE), untuk memperkuat ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan peternak. Berdasarkan data 2021–2025, populasi kambing di Kota Payakumbuh berada pada kisaran 3.000 hingga 4.000 ekor.

Hal itu disampaikan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta saat membuka Kontes Kambing Seni Peranakan Etawa (PE) Wali Kota Cup 2026 di Lapangan Kampus Universitas Andalas (Unand) Payakumbuh, Ahad (2/8/2026).

Kontes tersebut diselenggarakan Himpunan Peternak Kambing dan Domba Indonesia (HPDKI) Payakumbuh bersama HPDKI Sumatera Barat dan diikuti peternak dari Kota Payakumbuh serta berbagai daerah lainnya.

Zulmaeta mengatakan potensi populasi kambing yang dimiliki Payakumbuh perlu dikembangkan tidak hanya dari sisi jumlah, tetapi juga mutu bibit, tata kelola budidaya, produktivitas, dan kelembagaan peternak.

Menurutnya, kambing Etawa dan PE memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena merupakan salah satu sumber daya genetik hewan rumpun lokal Indonesia dengan berbagai keunggulan.

Kambing PE Punya Potensi Ekonomi

Kambing PE dikenal sebagai penghasil susu dengan produktivitas yang baik. Selain itu, ukuran tubuhnya relatif besar sehingga berpotensi sebagai penghasil daging, mampu beradaptasi dengan iklim tropis, dan memiliki nilai ekonomi.

Zulmaeta menilai potensi tersebut menjadi alasan masyarakat terus mengembangkan budidaya kambing Etawa dan PE. Pelaksanaan kontes juga dinilai dapat menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas genetik ternak dan daya saing peternak.

Kontes tidak hanya menjadi ajang untuk menampilkan kualitas ternak. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi peternak untuk bertukar pengalaman, memperluas jejaring, meningkatkan pengetahuan, dan memperbaiki kualitas budidaya kambing unggul.

Zulmaeta berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan motivasi peternak menghasilkan kambing unggul dengan kualitas genetik yang semakin baik. Kontes juga diharapkan memperkuat hubungan antarpelaku usaha peternakan.

Perkuat Kelembagaan Peternak

Zulmaeta menyebut komunitas peternak dan kelompok tani ternak memiliki peran strategis dalam mengembangkan peternakan secara berkelanjutan, baik dari aspek ekonomi maupun lingkungan.

Karena itu, ia mengajak HPDKI bersama kelompok tani ternak memperkuat kelembagaan dan membangun kemitraan dengan pemerintah dalam mengembangkan komoditas kambing beserta berbagai produk turunannya.

Ia juga mendorong perangkat daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas peternak, serta seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergi dalam mengembangkan komoditas ternak unggulan Kota Payakumbuh.

Menurut Zulmaeta, pengembangan budidaya kambing diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan peternak.

Arah tersebut juga dikaitkan dengan pembangunan Payakumbuh sebagaimana tercantum dalam RPJPD Kota Payakumbuh Tahun 2025–2045.

Dalam kegiatan tersebut, Zulmaeta juga mengajak peserta dari luar Kota Payakumbuh memanfaatkan kesempatan untuk menikmati destinasi wisata dan kuliner yang menjadi daya tarik daerah.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda, Dekan Fakultas Peternakan Universitas Andalas, Kepala Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Padang Mangatas, Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh, Pimpinan Bank Nagari Cabang Payakumbuh, panitia pelaksana, dewan juri, serta peserta kontes dari berbagai daerah.(*)

Editor : Hendra Efison
kambing PE Payakumbuh peternakan Payakumbuh populasi kambing Payakumbuh Kontes Kambing PE 2026 Zulmaeta