Pemko Payakumbuh Luncurkan GEMPITA BERSAMA, Libatkan 15 Kelompok Wanita Tani

Hendra Efison • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 17:52 WIB
Peluncuran GEMPITA BERSAMA di KWT Sejahtera Mandiri, Kelurahan Koto Tuo Limo Kampuang, Kota Payakumbuh, dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sarana budidaya kepada 15 Kelompok Wanita Tani (KWT) di lima kecamatan, Rabu (5/8/2026).
Peluncuran GEMPITA BERSAMA di KWT Sejahtera Mandiri, Kelurahan Koto Tuo Limo Kampuang, Kota Payakumbuh, dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sarana budidaya kepada 15 Kelompok Wanita Tani (KWT) di lima kecamatan, Rabu (5/8/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM — Pemerintah Kota Payakumbuh meluncurkan inovasi GEMPITA BERSAMA untuk mendorong pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga sekaligus meningkatkan kualitas konsumsi masyarakat, Rabu (5/8/2026).

GEMPITA BERSAMA merupakan singkatan dari Gerakan Pemberdayaan Masyarakat Pangan Inovatif Tangguh Menuju Konsumsi Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman.

Peluncuran berlangsung di KWT Sejahtera Mandiri, Kelurahan Koto Tuo Limo Kampuang, dan dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sarana budidaya kepada 15 Kelompok Wanita Tani (KWT) di lima kecamatan.

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda mengatakan ketahanan pangan menjadi salah satu fondasi dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif.

Menurut Rida, Pemko Payakumbuh mendorong ketahanan pangan melalui pengembangan Kebun B2SA. Program tersebut diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, tetapi juga mengoptimalkan lahan pekarangan secara produktif.

Pemanfaatan pekarangan dilakukan melalui budidaya sayuran, buah-buahan, dan tanaman rempah yang memiliki nilai ekonomi. Dengan demikian, lahan di sekitar rumah dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan pangan keluarga.

Bantuan sarana budidaya

Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, Pemko Payakumbuh menyerahkan benih, bibit, dan sarana budidaya kepada 15 KWT penerima yang tersebar di lima kecamatan.

Rida mengatakan GEMPITA BERSAMA dirancang untuk mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat, pemenuhan kebutuhan pangan keluarga, peningkatan kualitas konsumsi, pengembangan pangan lokal, serta pemanfaatan pekarangan dalam satu gerakan berkelanjutan.

Ia meminta perangkat daerah terkait bersama penyuluh pertanian, camat, dan lurah memberikan pendampingan kepada KWT penerima. Pendampingan diperlukan agar bantuan dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat berkelanjutan.

Rida juga berharap KWT penerima tidak menjadikan program tersebut sebatas kegiatan seremonial. Kebun B2SA diharapkan berkembang menjadi gerakan masyarakat yang berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh Edvidel Arda mengatakan ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan. Aspek lainnya mencakup kemampuan masyarakat memperoleh dan mengonsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman.

Menurut Edvidel, GEMPITA BERSAMA diarahkan untuk meningkatkan peran masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga dengan memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif.

Jenis bantuan dari APBD 2026

Edvidel menjelaskan bantuan untuk 15 KWT bersumber dari APBD Kota Payakumbuh Tahun Anggaran 2026. Bantuan tersebut meliputi benih aneka sayuran, bibit bawang merah, bibit cabai merah, bibit alpukat, pupuk organik, pupuk NPK, dolomit, polibag, dan mulsa.

Kebun B2SA menjadi salah satu pilar dalam GEMPITA BERSAMA dengan mendorong pemanfaatan pekarangan untuk menghasilkan pangan sehat, bergizi, dan berkelanjutan.

Edvidel berharap KWT penerima bantuan dapat menjadi penggerak pemanfaatan pekarangan sekaligus memberikan contoh kepada masyarakat dalam mengembangkan sumber pangan keluarga.

Peluncuran GEMPITA BERSAMA diharapkan berkembang menjadi gerakan pemanfaatan pekarangan yang produktif dan berkelanjutan. Program tersebut ditujukan untuk mendukung ketersediaan pangan keluarga sekaligus meningkatkan kualitas konsumsi masyarakat Kota Payakumbuh.(*)

Editor : Hendra Efison
GEMPITA BERSAMA Kebun B2SA ketahanan pangan Payakumbuh Pemko Payakumbuh Kelompok Wanita Tani