PADEK.JAWAPOS.COM — Pemerintah Kota Payakumbuh menyiagakan ratusan personel dan peralatan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana. Di antara sarana yang disiapkan terdapat dua ekskavator, 22 dump truck, hingga lima perahu karet.
Kesiapan tersebut ditandai melalui Apel Gabungan Siaga Bencana dan Harkamtibmas Kota Payakumbuh 2026 di halaman Balai Kota Payakumbuh, Senin (7/9/2026).
Sebanyak 19 satuan setingkat satuan tugas (SST) atau sekitar 350 personel disiapkan untuk mendukung penanganan kondisi darurat. Mereka berasal dari unsur TNI, Polri, organisasi perangkat daerah, instansi terkait, organisasi sosial, dan relawan.
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta mengatakan kesiapan personel harus didukung sarana operasional yang memadai agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat.
“Seluruh personel dan peralatan harus benar-benar siap digunakan kapan saja. Kita juga perlu memperbarui pemetaan wilayah yang memiliki potensi kerawanan bencana,” kata Zulmaeta.
Ratusan Peralatan Disiapkan untuk Kondisi Darurat
Selain dua ekskavator dan 22 dump truck, Pemko Payakumbuh menyiagakan sejumlah peralatan dan kendaraan pendukung penanganan bencana.
Sarana tersebut meliputi tujuh kendaraan operasional TNI/Polri, lima mobil pemadam kebakaran, sembilan ambulans, tiga kendaraan dapur umum dan tangki air, dua kendaraan crane dan dozer, serta 15 mobil pikap.
Pemko juga menyiapkan dua mobil rescue, 60 sepeda motor, tiga skylift, lima perahu karet, 26 chainsaw, dua light tower portable, empat tenda pengungsi, serta 10 mobil toilet.
Peralatan tersebut disiapkan untuk mendukung mobilisasi personel, evakuasi, penanganan material, pelayanan kesehatan, hingga kebutuhan masyarakat ketika terjadi kondisi darurat.
Banjir dan Cuaca Ekstrem Jadi Perhatian
Kesiapsiagaan Payakumbuh difokuskan untuk mengantisipasi berbagai ancaman bencana, terutama bencana hidrometeorologi seperti banjir, cuaca ekstrem, dan angin puting beliung.
Ancaman gempa bumi juga menjadi perhatian melalui penguatan mitigasi dan simulasi bencana yang dilaksanakan setelah apel.
Zulmaeta mengatakan pengalaman bencana yang terjadi di Sumatera Barat pada penghujung tahun lalu menjadi evaluasi untuk meningkatkan kapasitas pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi keadaan darurat.
“Kita harus membangun kesiapan sejak awal karena bencana dapat terjadi sewaktu-waktu. Kemampuan masyarakat untuk menghadapi dan memulihkan diri setelah bencana juga perlu terus diperkuat,” ujarnya.
Selain kesiapsiagaan bencana, apel juga membahas persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), termasuk aksi balap liar, pelanggaran lalu lintas, kenakalan remaja, dan peredaran narkoba.
Menurut Zulmaeta, keamanan wilayah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Keluarga, sekolah, masyarakat, organisasi sosial, dunia usaha, media, dan relawan dinilai memiliki peran dalam mencegah gangguan keamanan.
“Penguatan Harkamtibmas membutuhkan kolaborasi semua pihak. Tidak hanya pemerintah dan aparat, tetapi juga keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha dan media,” katanya.
Ia meminta seluruh unsur memperkuat komunikasi dan koordinasi agar penanganan keadaan darurat dapat dilakukan secara cepat dan terintegrasi hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.
Apel gabungan tersebut ditutup dengan pembagian masker gratis kepada masyarakat dan pengendara yang melintas di sekitar Balai Kota Payakumbuh sebagai respons terhadap kualitas udara yang mulai memburuk.(*)
Editor : Hendra Efison