Pemko Payakumbuh Kaji Penutupan U-Turn di Sejumlah Titik, Ini Lokasinya

Hendra Efison • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 13:20 WIB
Forum LLAJ Kota Payakumbuh membahas evaluasi U-turn dan rekayasa lalu lintas dalam rapat di Balai Kota Payakumbuh, Rabu (9/9/2026).
Forum LLAJ Kota Payakumbuh membahas evaluasi U-turn dan rekayasa lalu lintas dalam rapat di Balai Kota Payakumbuh, Rabu (9/9/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM—Pemerintah Kota Payakumbuh mengkaji penutupan sejumlah bukaan median atau U-turn untuk mengurai kepadatan lalu lintas dan menekan risiko kecelakaan.

Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Kota Payakumbuh membahas rencana tersebut dalam rapat koordinasi di Ruang Riza Falepi, Balai Kota Payakumbuh, Rabu (9/9/2026).

Sejumlah titik masuk dalam evaluasi Forum LLAJ, yakni depan SPBU Parit Rantang, kawasan Lapas/Ramayana, Masjid Al-Ihsan, gerbang Masjid Gadang, kawasan wisata Batang Agam, Simpang Benteng-RSUD Adnaan WD, Simpang Kasda, serta depan gedung lama Kantor Bupati Lima Puluh Kota.

Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh melalui Asisten II Yasrizal mengatakan pemerintah membutuhkan koordinasi lintas instansi untuk menangani persoalan lalu lintas secara terpadu.

"Forum ini kita arahkan untuk mewujudkan keterpaduan perencanaan dan pengawasan lalu lintas secara lintas sektoral," katanya.

U-Turn di Sejumlah Titik Masih Dikaji

Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kota Payakumbuh melalui Sekretaris Dishub Yulhendri menegaskan pemerintah belum menetapkan penutupan U-turn tersebut.

Menurutnya, pemerintah akan mengecek kondisi lapangan dan melakukan simulasi sebelum menentukan rekayasa lalu lintas.

"Kita ingin setiap keputusan benar-benar berdasarkan kondisi lalu lintas di lapangan, termasuk dampaknya terhadap keselamatan dan aktivitas masyarakat," ujarnya.

Kabid Keselamatan dan Operasional Dinas Perhubungan Kota Payakumbuh Finto Handayana Putra mengatakan penutupan bukaan median di depan SPBU Parit Rantang dan Lapas/Ramayana masih menjadi usulan.

Menurut Finto, manuver kendaraan untuk berputar balik di kedua lokasi itu berpotensi mengganggu arus lalu lintas, terutama pada jam sibuk.

"Penutupan median menjadi salah satu opsi yang kita siapkan untuk diuji di lapangan," katanya.

Median Masjid Al-Ihsan Sudah Ditutup Sementara

Di depan Masjid Al-Ihsan, petugas sudah menutup median sementara menggunakan water barrier. Namun, pemerintah masih menunggu hasil kajian Forum LLAJ sebelum menentukan penutupan permanen.

Forum LLAJ juga mengusulkan penutupan sebagian bukaan median di depan gerbang Masjid Gadang. Lebar bukaan sekitar 17 meter memungkinkan kendaraan melakukan manuver pada ruang yang cukup lebar sehingga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.

Pemerintah akan turun langsung ke sejumlah lokasi untuk menguji pilihan rekayasa lalu lintas tersebut. Forum LLAJ akan menyesuaikan langkah penataan dengan kondisi faktual di lapangan.

"Sesuai kesepakatan forum, kita akan turun ke lapangan untuk melakukan kajian dan simulasi agar rekayasa yang diterapkan benar-benar memperlancar arus lalu lintas di Kota Payakumbuh," pungkas Finto.(*)

Editor : Hendra Efison
U-turn Payakumbuh penutupan U-turn lalu lintas Payakumbuh Forum LLAJ Pemko Payakumbuh