PADEK.JAWAPOS.COM—Pedagang korban kebakaran Pasar Payakumbuh Blok Barat mendesak Pemerintah Kota Payakumbuh mempercepat pembangunan kembali pasar. Mereka tidak ingin semakin lama kehilangan tempat usaha dan sumber pendapatan utama.
Yohanes, salah seorang pedagang terdampak yang sebelumnya menempati kios di lantai satu, mengatakan kondisi pedagang semakin sulit karena harus mencari tempat berjualan sementara setelah kebakaran.
“Kami berharap pembangunan pasar ini segera dipercepat. Kalau terlalu lama, kondisi ekonomi pedagang akan semakin sulit,” kata Yohanes saat jajaran Pemko Payakumbuh bersama Polres Payakumbuh dan Kodim 0306/50 Kota memasang pagar pembatas di sekitar kawasan pasar, Jumat (11/9/2026).
Selama menunggu kepastian pembangunan pasar baru, keluarga Yohanes terpaksa berjualan sebagai pedagang kaki lima (PKL) di luar kawasan pasar. Kondisi serupa juga dialami ratusan pedagang lain yang kehilangan tempat usaha akibat kebakaran.
Menurut Yohanes, kepastian pembangunan menjadi kebutuhan mendesak karena pedagang tidak hanya kehilangan kios, tetapi juga sumber penghasilan yang menopang kehidupan keluarga.
“Yang kami butuhkan sekarang kepastian agar bisa kembali berjualan seperti sebelumnya,” ujarnya.
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta mengatakan pemerintah memahami kondisi sulit yang dialami para pedagang. Pemko menargetkan pembongkaran sisa bangunan Pasar Blok Barat segera selesai sehingga pembangunan pasar baru dapat dilanjutkan.
“Kita ingin pasar ini cepat terbangun dan pedagang bisa berjualan kembali,” kata Zulmaeta di lokasi peninjauan, Jumat.
Pembongkaran fisik dijadwalkan mulai Sabtu (12/9/2026) dan ditargetkan rampung paling lama dalam satu bulan. Pemko juga telah meminta pihak rekanan mempercepat pekerjaan agar tahapan pembangunan berikutnya tidak tertunda.
Zulmaeta menegaskan 502 pedagang korban kebakaran menjadi prioritas utama dalam penataan kembali pasar. Mereka dipastikan mendapat tempat usaha untuk kembali berdagang setelah seluruh pembangunan selesai.
“Yang kita utamakan pedagang korban kebakaran bisa kembali berjualan dan mendapatkan kembali toko untuk berdagang. Korban yang 502 ini prioritas utama kita,” tegasnya.
Untuk menjaga keselamatan masyarakat selama pembongkaran, petugas memasang pagar pembatas dan jaring pengaman di sekitar area kerja. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah material bangunan maupun debu pembongkaran mengganggu pengendara dan warga di sekitar pasar.
“Untuk pengamanan kita jamin, akan kita kawal proses pembongkaran pasar ini. Kalau ada kendala, segera laporkan. Kita tidak ingin ada hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujar Zulmaeta.
Pemko juga menyiapkan skema pengaturan bagi PKL yang masih berjualan di sekitar kawasan Blok Barat agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan tanpa mengganggu proses pembongkaran.
Salah satu wacana yang dibahas adalah pemanfaatan sebagian tepi jalan dengan pengaturan tertentu setelah mendapat kepastian dan disosialisasikan kepada pedagang.
“Untuk PKL yang berjualan di sekitar Blok Barat jangan khawatir. Kita akan atur ulang tempat, walau bersempit-sempit dan tidak mengganggu aktivitas pembongkaran. Kita juga tidak ingin ekonomi masyarakat terganggu akibat proses ini,” jelasnya.
Untuk pembangunan pasar baru, pemerintah telah merancang gedung berdasarkan kajian Kementerian Perdagangan. Bangunan dirancang dua lantai dan dilengkapi basement yang difungsikan sebagai area parkir kendaraan.
Pemko Payakumbuh juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan jajaran direktorat terkait agar dukungan anggaran pembangunan dapat direalisasikan secepatnya pada tahun ini.
“Kita berharap semuanya mendukung percepatan pembangunan Pasar Blok Barat ini karena yang dilakukan pemerintah semuanya demi masyarakat,” ucap Zulmaeta.
Terkait spanduk penolakan pembongkaran yang muncul di area pasar, Zulmaeta mengatakan pemerintah tetap membuka ruang bagi pihak yang memiliki dasar legalitas untuk menyampaikan keberatan.
Menurutnya, pemerintah akan mengakomodasi keberatan yang disertai bukti kuat, bukan sekadar klaim penolakan. Ia juga memastikan keputusan tersebut bebas dari kepentingan pribadi maupun kepemilikan aset.
“Penolakan itu biasa, itu dinamika. Sepanjang ada bukti yang kuat, kita akan akomodir semuanya,” pungkasnya.
Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Payakumbuh AKP Yuliarman yang berada di lokasi memastikan situasi kawasan pasar tetap aman dan kondusif menjelang dimulainya pembongkaran fisik.
“Untuk keamanan aman terkendali, kondisinya kondusif,” ujar Yuliarman. (*)
Editor : Hendra Efison