Petani Berdasi Mulai Dieksekusi, ASN Payakumbuh Tanam Bawang dan Cabai untuk Kendalikan Inflasi

Hendra Efison • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 08:30 WIB
Sekda Payakumbuh Rida Ananda memimpin penanaman bawang merah dan cabai oleh ASN melalui program “Petani Berdasi” di Balai Kota Payakumbuh, Jumat (18/9/2026).
Sekda Payakumbuh Rida Ananda memimpin penanaman bawang merah dan cabai oleh ASN melalui program “Petani Berdasi” di Balai Kota Payakumbuh, Jumat (18/9/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM—Mengendalikan inflasi tak lagi hanya dibahas di ruang rapat. Pemko Payakumbuh mulai menggerakkan aparatur sipil negara (ASN) untuk menanam bawang merah dan cabai di lingkungan kantor melalui program “Petani Berdasi”.

Program yang merupakan singkatan dari Petani Bersama Pemerintah Daerah Mengendalikan Inflasi itu mulai dieksekusi melalui penanaman bawang merah dan cabai secara serentak di lingkungan Balai Kota Payakumbuh, Jumat (18/9/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda mewakili Wali Kota Zulmaeta. Penanaman juga diikuti Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) Kementerian Pertanian RI Dr. Tedy Dirhamsyah.

Rida mengatakan pengendalian inflasi merupakan tanggung jawab lintas sektor. Karena itu, ASN tidak hanya dituntut memberikan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi contoh dalam upaya memperkuat ketahanan pangan.

Menurut dia, gerakan tersebut sejalan dengan Trilogi Zuzema yang menjadi nilai bagi ASN Payakumbuh, yakni jujur, loyal, dan profesional.

Seluruh ASN yang bekerja di Balai Kota Payakumbuh mendapat polybag, media tanam, serta bibit bawang merah dan cabai untuk dirawat di sekitar lingkungan kantor. Rida menegaskan satu polybag bukan sekadar untuk mengejar hasil panen.

“Ini simbol untuk membangun kesadaran bersama bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari lingkungan terdekat,” ujarnya.

Kepala Puslatan Kementan RI Dr. Tedy Dirhamsyah memberikan penguatan teknis melalui materi “Urban Farming dalam Upaya Pemenuhan Pangan dan Peningkatan Pendapatan Keluarga”.

Tedy menjelaskan urban farming dapat dilakukan dengan berbagai teknik, seperti hidroponik, vertikultur, dan budidaya menggunakan polybag.

Lahan di sekitar kantor maupun rumah dapat dimanfaatkan menjadi ruang produktif, terutama di tengah tantangan perubahan iklim global.

Menurut Tedy, pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan pangan cukup besar. Karena itu, menanam sayuran dan komoditas pangan sendiri dapat membantu mengurangi pengeluaran harian sekaligus mendukung pemenuhan gizi keluarga.

Kegiatan ditutup dengan arahan kepada seluruh kepala perangkat daerah untuk memantau perkembangan tanaman yang telah dibagikan.

Pemko Payakumbuh berharap gerakan Petani Berdasi tidak berhenti di lingkungan perkantoran, tetapi turut mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan untuk memperkuat kemandirian pangan dan ketahanan terhadap inflasi.(*)

Editor : Hendra Efison
PETANI BERDASI bawang merah ketahanan pangan payakumbuh pengendalian inflasi