PADEK.JAWAPOS.COM— Festival Literasi Kota Payakumbuh 2026 resmi dibuka di pelataran Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh, Selasa (13/10/2026). Dalam pembukaan tersebut, sebanyak 127 eksemplar buku yang terdiri atas 47 judul karya pegiat literasi lokal diserahkan untuk memperkaya bahan bacaan masyarakat.
Festival bertema “Buku Gerakan Kreasi, Literasi Nyalakan Generasi” itu berlangsung selama dua hari, hingga Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian gerakan literasi yang telah berjalan sejak Maret 2026.
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Nofriwandi, menekankan pentingnya peran perpustakaan dalam meningkatkan kemampuan masyarakat memahami dan mengolah informasi.
“Perpustakaan bukan hanya tempat menyimpan dan meminjam buku. Perpustakaan adalah ruang untuk belajar, bertumbuh, berdiskusi, berkarya, dan membangun masa depan,” kata Zulmaeta dalam sambutannya.
Perpusnas Salurkan Dana Rp400 Juta
Selain penyerahan buku karya lokal, pembukaan festival juga diisi penyerahan Dana Alokasi Khusus Nonfisik (DAK NF) sebesar Rp400 juta dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh.
Dana tersebut ditujukan untuk mendukung percepatan program literasi di daerah.
Festival Literasi Payakumbuh 2026 juga menghadirkan peluncuran buku, bedah karya, penyerahan penghargaan, serta pameran stan literasi. Stan tersebut diikuti berbagai sekolah, organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga, dan komunitas.
Kegiatan ini melibatkan pegiat literasi dan masyarakat untuk memperluas ruang membaca, belajar, serta berkarya di Kota Payakumbuh.
Generasi Muda Diajak Aktif ke Perpustakaan
Dalam sambutannya, Zulmaeta menyampaikan bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis. Literasi juga mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, memeriksa kebenaran berita, berkomunikasi, dan menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan persoalan.
Ia mengajak generasi muda memanfaatkan perpustakaan sebagai ruang untuk berdiskusi, mengikuti pelatihan, mengembangkan keterampilan, dan menghasilkan karya positif.
“Jangan biarkan waktu muda hanya dihabiskan di dunia maya. Mari hadir di perpustakaan, membaca, berdiskusi, mengikuti pelatihan, membuat konten yang positif, mengembangkan kreativitas, belajar keterampilan baru, dan membangun komunitas,” pesannya.
Zulmaeta juga mengajak orang tua membiasakan anak-anak berkunjung ke perpustakaan sejak dini agar minat belajar tumbuh dari lingkungan keluarga.
Pembukaan festival turut dihadiri Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat Jumaidi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan OPD, perwakilan sekolah, pegiat literasi, dan masyarakat.(*)