Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Lestarikan Nilai Adat dan Budaya, Warga Dilatih Alua Pasambahan dan Penyelenggaraan Jenazah

Eri Mardinal • Rabu, 12 November 2025 | 07:44 WIB

Kabid Kebudayaan Disdikbud Padang Syamdani membuka pelatihan Adat dan Budaya (Alua Pasambahan dan Penyelenggaraan Jenazah) di Aula MA Perguruan Islam Ar Risalah, Selasa (11/11).
Kabid Kebudayaan Disdikbud Padang Syamdani membuka pelatihan Adat dan Budaya (Alua Pasambahan dan Penyelenggaraan Jenazah) di Aula MA Perguruan Islam Ar Risalah, Selasa (11/11).
PADEK.JAWAPOS.COM—Pemerintah Kota Padang terus mendorong generasi muda untuk memahami dan melestarikan nilai-nilai adat serta budaya Minangkabau di tengah arus modernisasi dan perkembangan teknologi digital.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang menggelar Pelatihan Adat dan Budaya (Alua Pasambahan dan Penyelenggaraan Jenazah) di Aula Madrasah Aliyah Perguruan Islam Ar Risalah, pada Senin–Selasa (10–11/11).

Kabid Kebudayaan Disdikbud Padang, Syamdani, menjelaskan kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk menghidupkan kembali nilai-nilai luhur adat Minangkabau agar tidak tergerus perubahan zaman.

“Pelatihan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi upaya strategis menanamkan kesadaran budaya agar tetap hidup lintas generasi,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi generasi muda untuk mempelajari tanggung jawab sosial, solidaritas kaum, serta etika bermusyawarah yang menjadi dasar kehidupan masyarakat Minangkabau.

Syamdani menambahkan, Pemko Padang berkolaborasi dengan lembaga adat dan tokoh masyarakat dalam merancang pelatihan yang memadukan ajaran agama dan nilai adat.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPRD Kota Padang Mulyadi Muslim, yang menyalurkan pokok pikirannya (Pokir) untuk mendukung kegiatan ini.

Pelatihan berlangsung selama dua hari dan diikuti sebanyak 80 orang peserta dari Kecamatan Kototangah. Hari pertama membahas Sumbang Duo Baleh, sementara hari kedua diisi dengan materi Alua Pasambahan jo Kematian, Aqiqah, dan Fikih Penyelenggaraan Jenazah. 

Melalui kegiatan ini, generasi muda belajar tentang tanggung jawab sosial, solidaritas kaum, dan etika bermusyawarah dan nilai-nilai yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Minangkabau.

Pemko Padang berkomitmen menjadikan kegiatan seperti ini sebagai bentuk nyata tanggung jawab dalam menjaga kekayaan warisan budaya Minangkabau.

Karena itu, ia mengimbau seluruh peserta pelatihan agar tidak berhenti belajar di ruang pelatihan semata. Nilai-nilai yang diperoleh harus dibawa ke tengah masyarakat, sekolah, tempat kerja, hingga lingkungan keluarga. Menjaga adat, sejatinya, adalah tanggung jawab moral setiap anak nagari.

Narasumber yang hadir antara lain Heru Fitria Desandi, S.Pd. Dt. Majo Basa, Buyung Laban Gusman Pandeka Rajo Lenggang, dan Dr. Erwan, M.A.

Dalam materinya, Dr. Erwan menjelaskan tata cara memandikan, mengafani, menyalatkan, hingga memakamkan jenazah sesuai tuntunan syariat.

“Pengetahuan ini penting dimiliki masyarakat. Sebagai umat Islam, kita harus siap membantu keluarga atau tetangga yang berduka dengan cara yang benar,” ujarnya.

Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat karakter budaya dan identitas kultural Minangkabau di kalangan generasi muda. (*)

 

Editor : Eri Mardinal
#Penyelenggaraan Jenazah #Disdikbud Padang #generasi muda #adat minangkabau