Angka ini berasal dari tiga sumber utama yakni backlog sampah harian yang tertinggal, sampah spesifik permukiman terdampak, serta kayu gelondongan yang hanyut dari hulu sungai.
Backlog yang menumpuk selama lima hari dihitung mencapai 1.237 ton, akibat layanan yang hanya beroperasi 60 persen selama masa darurat. Sementara itu, sampah spesifik permukiman di area terdampak 25 persen ditaksir sebesar 990 ton.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang Fadelan Fitra Masta mengatakan komponen terbesar berasal dari hamparan kayu hulu sungai yang memenuhi kawasan pantai sepanjang 3,6 kilometer.
“Berdasarkan estimasi volume dan densitas kayu basah, total material ini mencapai 1.100 ton,” ujarnya, Minggu (30/11).
Pihaknya menyatakan seluruh armada dan personel telah dikerahkan, termasuk penguatan untuk pengangkutan sedimen dan material berat lainnya. Upaya percepatan dilakukan agar seluruh wilayah kembali bersih. (*)
Editor : Eri Mardinal