Fasilitas ini ditempatkan di halaman Kantor Camat Padang Selatan dan mulai dioperasikan sejak Senin (2/2).
Asisten I Setko Padang, Tarmizi Ismail, menilai kehadiran galeri tersebut menjadi langkah strategis karena Padang Selatan merupakan salah satu pintu masuk kawasan wisata yang kerap dilalui tamu daerah dan wisatawan mancanegara.
Menurutnya, posisi galeri memberi peluang besar bagi produk lokal untuk lebih dikenal pasar yang lebih luas. Ia menyebut galeri tersebut dapat menjadi model pengembangan ekonomi berbasis kecamatan.
”Galeri ini adalah embrio kuat bagi kekuatan ekonomi kita. Dengan lokasi yang sering dilalui tamu daerah dan wisatawan asing, produk UMKM kita memiliki peluang besar untuk dikenal lebih luas. Kami berharap kecamatan lain dapat mencontoh inovasi ini,” kata Tarmizi.
Camat Padang Selatan, Wilman Muchtar, menjelaskan pembangunan galeri menelan anggaran Rp 190 juta. Dana tersebut berasal dari sinergi pemerintah kecamatan dengan DPRD Kota Padang melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) anggota dewan Rahmad Wijaya.
Ia menyebut galeri dirancang tidak hanya sebagai tempat pajang, tetapi juga ruang promosi dan penguatan kapasitas usaha. Saat ini sudah ada 40 pelaku UMKM yang terdaftar dan menampilkan produk unggulannya.
”Sebanyak 40 pelaku UMKM telah terdaftar dan mendisplay produknya di galeri ini. Ini menjadi wadah bagi mereka untuk naik kelas, baik dari sisi kualitas produk maupun peningkatan penjualan,” ujar Wilman.
Anggota DPRD Kota Padang, Rahmad Wijaya, menegaskan keberadaan galeri harus diikuti dengan program pendampingan agar pelaku UMKM tidak berhenti pada tahap pameran produk semata. Ia mendorong penguatan akses pasar dan integrasi ke sistem pengadaan pemerintah.
Rahmad menyatakan akan mendorong tambahan anggaran Rp 200 juta pada perubahan anggaran untuk melengkapi isi galeri. Ia juga meminta Dinas Koperasi dan UMKM menghadirkan klinik konsultasi usaha di lokasi tersebut.
”Kita akan dukung tambahan anggaran Rp 200 juta di perubahan anggaran untuk isi galeri. Saya juga meminta Dinas Koperasi dan UMKM menyediakan klinik konsultasi di sini untuk mengarahkan pelaku usaha masuk ke ekosistem digital dan e-Katalog, sehingga produk mereka bisa terserap oleh pengadaan barang jasa pemerintah,” tegas Rahmad.
Selain pengoperasian galeri UMKM, Kecamatan Padang Selatan juga memperkenalkan dua inovasi layanan publik berbasis partisipasi warga, yakni aplikasi digital ”My Darling” (Masyarakat Sadar Lingkungan) dan program dialog warga ”Kobar Semangat” (Kopi Bareng Padang Selatan Menyala dan Hangat) sebagai kanal penyerapan aspirasi masyarakat. (*)
Editor : Eri Mardinal