Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Mahyeldi Tinjau Huntara Korban Bencana Hidrometeorologi di Pesisir Selatan

Hendra Efison • Kamis, 1 Januari 2026 | 16:03 WIB

Mahyeldi meninjau huntara dan lokasi bencana hidrometeorologi di Pesisir Selatan untuk memastikan progres pembangunan, pendanaan, dan penanganan korban, Kamis (1/1/2026).
Mahyeldi meninjau huntara dan lokasi bencana hidrometeorologi di Pesisir Selatan untuk memastikan progres pembangunan, pendanaan, dan penanganan korban, Kamis (1/1/2026).
PADEK.JAWAPOS.COM—Peninjauan dilakukan untuk memastikan progres pembangunan huntara berjalan sesuai rencana serta penanganan korban bencana berlangsung optimal.

Mahyeldi meninjau langsung lokasi pembangunan huntara yang disiapkan sebagai tempat tinggal sementara warga terdampak bencana hidrometeorologi.

“Kita ingin masyarakat segera keluar dari kondisi darurat. Huntara harus dibangun dengan baik, aman, dan nyaman,” ujar Mahyeldi, Kamis (1/1/2026).

Ia menegaskan pembangunan huntara harus memperhatikan aspek kesehatan lingkungan, ketersediaan air bersih, serta kebutuhan kelompok rentan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pesisir Selatan Mulyandri Dt. Rajo Intan menyampaikan, total huntara yang direncanakan sebanyak 62 unit.

“Saat ini 22 unit sedang dibangun, sementara 40 unit lainnya masih dalam proses pencarian lahan,” kata Mulyandri.

Ia menargetkan seluruh pembangunan huntara selesai pada 10 Januari 2026.

Untuk hunian tetap, pemerintah merencanakan pembangunan 94 unit bagi warga terdampak bencana.

“Sebagian warga memilih mengungsi mandiri dan menerima Dana Tunggu Hunian,” jelasnya.

Mulyandri menambahkan progres pembangunan sempat melambat akibat faktor cuaca, namun belum terdapat kendala signifikan.

Selain meninjau huntara, Mahyeldi juga mengunjungi lokasi terdampak bencana di Nagari Pancuang Taba.

Di lokasi tersebut, Gubernur berdialog dengan warga dan perangkat nagari terkait penanganan darurat dan pendataan kerusakan.

Baca Juga: Kembang Api Tahun Baru di Taplau Padang Tuai Kritik saat Sumbar masih Pascabencana

“Pemerintah provinsi dan kabupaten akan terus hadir mendampingi masyarakat terdampak,” ujar Mahyeldi.

Mahyeldi menyampaikan pemerintah telah menyiapkan dana penanganan bencana lebih dari Rp5,7 miliar.

Dana tersebut terdiri dari Rp4 miliar bantuan Presiden Republik Indonesia dan Rp1,73 miliar dari Belanja Tidak Terduga Provinsi Sumatera Barat.

“Seluruh dana telah ditransfer ke Kas Daerah Kabupaten Pesisir Selatan pada akhir Desember,” tegasnya.

Mahyeldi menambahkan dana tersebut digunakan untuk tahap awal tanggap darurat dan dapat ditambah sesuai kebutuhan lapangan.

Dalam peninjauan tersebut, Mahyeldi didampingi Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumbar Medi Iswandi, Kepala Dinas BMCKTR Sumbar Armi, Kepala Biro Adpim Setdaprov Sumbar Nolly Eka Mardianto, Kepala Dinas Sosial Sumbar Syaifullah, Sekda Kabupaten Pesisir Selatan Zainal Arifin, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Adi Susilo, serta Kalaksa BPBD Mulyandri Dt. Rajo Intan.(*)

Editor : Hendra Efison
#bencana hidrometeorologi Pesisir Selatan #hunian sementara huntara #mahyeldi ansharullah