PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mempercepat rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana hidrometeorologi di berbagai daerah, dengan progres signifikan dan dukungan anggaran pertanian sekitar Rp455 miliar dari pemerintah pusat.
Langkah percepatan dilakukan melalui koordinasi lintas sektor dan optimalisasi tahapan teknis serta administratif guna memastikan lahan kembali produktif.
Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumbar, Afniwirman, mengatakan proses rehabilitasi saat ini terus didorong agar berjalan lebih cepat.
Baca Juga: Mendikdasmen Resmikan 7 Ruang Kelas Darurat di Padangpariaman, Anggaran Rp1,3 Miliar
“Kami menyambut baik arahan Bapak Menteri sebagai bagian dari upaya bersama mempercepat pemulihan lahan pertanian di Sumatera Barat. Saat ini, proses rehabilitasi sedang berjalan dan terus kami dorong agar lebih cepat,” ujar Afniwirman di Padang, Jumat (17/4/2026).
Data dinas mencatat total lahan terdampak mencapai ribuan hektare, terdiri dari 2.802 hektare rusak ringan, 1.100 hektare rusak sedang, 2.540,69 hektare rusak berat, serta 730,97 hektare hilang.
Penanganan tidak hanya berupa pembersihan material, tetapi juga pemulihan fungsi lahan, termasuk normalisasi sedimentasi dan perbaikan jaringan irigasi.
“Di beberapa lokasi, sawah tertimbun material cukup tebal dan jaringan irigasi mengalami kerusakan, sehingga penanganan harus dilakukan bertahap dan memerlukan ketelitian teknis,” jelasnya.
Baca Juga: Produksi Pertanian Naik 13 Persen, Ini Strategi Irigasi Perpompaan ala Mentan Amran
Selain faktor teknis, proses rehabilitasi juga melalui tahapan administratif seperti verifikasi lahan, penetapan calon petani dan lokasi, hingga pencairan anggaran.
Afniwirman menegaskan mekanisme ini penting untuk memastikan akuntabilitas penggunaan anggaran.
“Kita ingin memastikan proses penanganan ini tidak hanya baik dalam pelaksanaan, tetapi juga aman dari segi pertanggungjawaban keuangan,” katanya.
Baca Juga: Investasi Kuliner Terus Tumbuh, Takana Nasi Padang Resto Resmi Dibuka
Anggaran Rp455 miliar yang dialokasikan pemerintah pusat mencakup pemulihan lahan, perbaikan irigasi, pembangunan jalan usaha tani, serta bantuan benih tanaman seperti padi, jagung, dan kakao.
“Perlu digarisbawahi, anggaran tersebut adalah total bantuan pertanian untuk Sumbar, bukan hanya untuk pemulihan lahan,” ujarnya.
Dari sisi progres, program optimalisasi lahan seluas 2.802 hektare sebagian besar telah memasuki tahap kontrak dan pencairan.
Untuk rehabilitasi sawah, dari target 1.100 hektare, sebanyak 861 hektare telah berkontrak dan 794 hektare sudah dalam tahap pencairan anggaran.
Realisasi bahkan telah mencapai 100 persen di beberapa daerah, seperti Kabupaten Solok, Kota Padang, Tanah Datar, dan Kota Pariaman.
Pemprov Sumbar bersama pemerintah kabupaten/kota juga menerapkan langkah percepatan, antara lain penyederhanaan koordinasi, percepatan verifikasi, optimalisasi alat, serta pendampingan kelompok tani.
“Kami memastikan seluruh tahapan berjalan lebih cepat tanpa mengabaikan aspek teknis. Targetnya, lahan terdampak segera kembali produktif,” tegas Afniwirman.
Pemprov Sumbar menargetkan seluruh proses rehabilitasi dapat segera dituntaskan guna menjaga ketahanan pangan daerah dan mendukung program nasional sektor pertanian.(*)
Editor : Hendra Efison