PADEK.JAWAPOS.COM-Program Studi PPKn Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang menggelar kuliah dosen tamu bertema “Abuse Is Not Love” pada Jumat, 24 April 2026.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang kekerasan berbasis gender dan cara pencegahannya.
Kuliah tamu ini merupakan kerja sama dengan Yayasan Pulih, lembaga nirlaba yang fokus pada layanan psikososial, pencegahan, serta pemulihan trauma akibat kekerasan, konflik, dan bencana.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa mata kuliah Sosiologi Gender mendapatkan wawasan praktis terkait fenomena kekerasan berbasis gender yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, kuliah ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun lingkungan kampus yang lebih aman dan sadar terhadap isu kekerasan berbasis gender.
Psikolog Aenea Marella dari Yayasan Pulih, menjelaskan bahwa kekerasan bukanlah bentuk cinta, melainkan siklus yang berulang.
Ia memaparkan tahapan siklus kekerasan, mulai dari fase tenang, meningkat ke fase ketegangan, terjadi insiden kekerasan, kemudian rekonsiliasi, dan kembali ke fase awal.
Pemahaman siklus ini dinilai penting agar mahasiswa mampu mengenali tanda-tanda kekerasan sejak dini.
Ketua Prodi PPKn, Junaidi Indrawadi, menyambut baik kegiatan ini dan menilai kerja sama dengan Yayasan Pulih sebagai langkah strategis untuk memperluas jejaring akademik.
Sementara itu, Fatmariza selaku koordinator mata kuliah Sosiologi Gender berharap kegiatan ini dapat memperkaya wawasan mahasiswa melalui perspektif praktis dari pakar.
Mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif mengajukan pertanyaan, terutama terkait kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan kampus.
Diskusi dipandu oleh moderator Rika Febriani yang memiliki perhatian pada isu-isu gender.
Kegiatan ini menjadi penting di tengah meningkatnya kesadaran terhadap isu kekerasan berbasis gender. Edukasi sejak bangku kuliah diharapkan mampu membentuk sikap kritis dan preventif di kalangan mahasiswa.
Selain itu, kolaborasi dengan lembaga profesional memberikan nilai tambah karena mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga praktik penanganan kasus di lapangan.(*)
Editor : Heri Sugiarto