PADEK.JAWAPOS.COM — Fakultas Syariah UIN Imam Bonjol Padang menyelenggarakan agenda akademik bertaraf internasional bertajuk International Visiting Lecturer secara daring pada Sabtu (23/5), pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.
Kegiatan tersebut mengangkat tema “The Role of MUIS (Majlis Ugama Islam Singapura) in Shaping Contemporary Islamic Jurisprudence” dengan menghadirkan dosen Muhammadiyah International College (MIC) Singapore, Dr. Ihsan Muhiddin, M.Phil., M.Sc., Ph.D., sebagai narasumber utama.
Dekan Fakultas Syariah, Dr. Alfadli, M.Ag., membuka kegiatan tersebut sekaligus menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan program kuliah dosen tamu lintas negara.
Menurutnya, kehadiran akademisi internasional menjadi bagian penting dalam memperluas wawasan sivitas akademika, khususnya mahasiswa, terhadap perkembangan hukum Islam di berbagai negara.
"Kami sangat mendukung agenda Visiting Lecturer ini. Ini adalah momentum berharga bagi mahasiswa untuk meningkatkan kualitas akademik dan menambah pengetahuan mendalam mengenai bagaimana hukum Islam tumbuh serta berkembang di tengah masyarakat multikultural Singapura," ujar Alfadli.
Bahas Peran MUIS dalam Pengembangan Fikih Kontemporer
Dalam pemaparannya, Dr. Ihsan Muhiddin menjelaskan peran strategis Majlis Ugama Islam Singapura (MUIS) dalam membentuk fikih kontemporer di Singapura.
Ia memaparkan bagaimana MUIS menavigasi penerapan hukum Islam agar tetap relevan dengan perkembangan sosial, sains, dan teknologi di negara yang menganut sistem sekuler, tanpa keluar dari prinsip-prinsip syariat.
Menurutnya, pengalaman MUIS memberikan gambaran mengenai fleksibilitas hukum Islam ketika diterapkan dalam masyarakat Muslim sebagai kelompok minoritas yang hidup berdampingan dengan sistem negara modern.
Materi tersebut memberikan perspektif baru kepada peserta mengenai dinamika pengembangan hukum Islam dalam konteks masyarakat multikultural.
Fakultas Syariah Siapkan Lima Visiting Lecturer
Koordinator acara, Dr. Eskarni Ushalli, Lc., M.A., mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Ia mengatakan, meskipun persiapan dilakukan dalam waktu yang relatif singkat, kegiatan dapat berlangsung dengan baik dan mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa.
"Alhamdulillah, meski disiapkan dalam waktu yang cukup singkat, acara dapat terlaksana dengan sangat baik dan lancar. Ketertarikan mahasiswa terhadap pemaparan pemateri internasional ini juga sangat tinggi," kata Eskarni.
Eskarni menambahkan, International Visiting Lecturer tidak berhenti pada satu kegiatan.
Fakultas Syariah telah menyiapkan lima agenda serupa yang akan dilaksanakan secara bertahap setiap hari Sabtu selama dua bulan.
Melalui rangkaian program tersebut, Fakultas Syariah berharap dapat memperkuat internasionalisasi kampus sekaligus mendukung lahirnya lulusan yang memiliki wawasan global dan siap bersaing di tingkat internasional.(*)
Editor : Heri Sugiarto