PADEK.JAWAPOS.COM – Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) UIN Imam Bonjol Padang memperkuat kerja sama akademik dengan Fakultas Ushuluddin UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau. Sinergi ini ditandai melalui kunjungan akademik yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan FUSA, Gedung I Lantai 3 Kampus III UIN Imam Bonjol Padang.
Pertemuan tersebut merupakan langkah nyata dalam mengimplementasikan kerja sama antarlembaga, sekaligus memperluas kolaborasi strategis di bidang tridarma perguruan tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Rombongan FUSA UIN Suska Riau dipimpin langsung oleh Wakil Dekan II, Prof. Dr. Afrizal Nur, M.IS, dan disambut hangat oleh Dekan FUSA UIN Imam Bonjol Padang, Dr. Sefriyono, S.Ag., M.Pd., bersama jajaran pimpinan fakultas serta sivitas akademika setempat.
Strategi PTKIN Menghadapi Transformasi Pendidikan
Dalam sambutannya, Dekan FUSA UIN IB Padang, Dr. Sefriyono menegaskan bahwa penguatan jejaring antar-Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan pendidikan tinggi yang kian dinamis.
Menurutnya, kolaborasi antarfakultas sangat diperlukan guna mendorong pengembangan keilmuan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta memperkuat kontribusi nyata perguruan tinggi di tengah masyarakat.
Kunjungan ini juga menjadi ruang bagi kedua institusi untuk mengoptimalkan berbagai program kerja sama yang telah dirintis sebelumnya. Selain mempererat hubungan kelembagaan, pertemuan dimanfaatkan untuk menyusun agenda kolaborasi konkret yang dapat direalisasikan secara berkelanjutan.
Mengkaji Genealogi Tafsir Nuzuli Nusantara
Di sela rangkaian kegiatan utama, Prof. Dr. Afrizal Nur, M.IS berkesempatan menjadi dosen tamu (visiting lecturer) bagi mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir di Aula Mini FUSA UIN Imam Bonjol Padang.
Dalam kuliah tamu tersebut, Prof. Afrizal Nur memaparkan materi bertajuk "Genealogi dan Karakteristik Tafsir Nuzuli Nusantara". Materi ini memberikan cakrawala baru sekaligus memperkenalkan perspektif kontemporer mengenai pengembangan kajian Al-Qur'an dan tafsir di wilayah Nusantara. Kegiatan akademik ini pun diikuti dengan antusiasme tinggi oleh para mahasiswa.
"Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi kelembagaan, tetapi juga menjadi forum produktif untuk berbagi pengalaman, praktik baik (best practices), serta merancang program-program kolaboratif yang berdampak positif bagi kedua institusi," ungkap Prof. Afrizal Nur.
Peluang Program Kerja Sama Berkelanjutan
Selama kunjungan berlangsung, kedua fakultas membahas sejumlah peluang kerja sama, mulai dari pengembangan kurikulum, penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga program pengabdian kepada masyarakat yang disesuaikan dengan kebutuhan umat dan perkembangan ilmu pengetahuan.
Rombongan Fakultas Ushuluddin UIN Sultan Syarif Kasim Riau juga berdialog dengan pimpinan program studi serta dosen di lingkungan FUSA UIN Imam Bonjol Padang. Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk bertukar gagasan mengenai penguatan tata kelola fakultas, akreditasi program studi, dan strategi peningkatan kualitas lulusan di tengah transformasi pendidikan tinggi.
Melalui kunjungan akademik ini, kedua fakultas menegaskan komitmen untuk terus membangun kemitraan yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan. Sinergi tersebut diharapkan dapat melahirkan berbagai program bersama yang memberikan kontribusi bagi pengembangan studi keislaman, penguatan moderasi beragama, serta peningkatan mutu pendidikan tinggi Islam di Indonesia.(*)
Editor : Heri Sugiarto