UNP Gelar Edukasi Anti-Bullying Berbasis Game di SMPN 1 Ranah Ampek Hulu Tapan

Randi Zulfahli • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 14:00 WIB
Tim Pengabdian Universitas Negeri Padang foto bersama usai memberi edukasi anti-bullying kepada siswa SMPN 1 Ranah Ampek Hulu Tapan berbasis permainan dalam Program Pengabdian UNP Berdampak, Jumat (17/7/2026).
Tim Pengabdian Universitas Negeri Padang foto bersama usai memberi edukasi anti-bullying kepada siswa SMPN 1 Ranah Ampek Hulu Tapan berbasis permainan dalam Program Pengabdian UNP Berdampak, Jumat (17/7/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM—Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) menggelar edukasi anti-bullying berbasis Game-Based Social Emotional Learning di SMPN 1 Ranah Ampek Hulu Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Jumat (17/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya perundungan sekaligus memperkuat kemampuan sosial-emosional dan resiliensi mental.

Program bertajuk "Advokasi Anti-Bullying Berbasis Game-Based Social Emotional Learning untuk Penguatan Resiliensi Mental Siswa SMPN 1 Ranah Ampek Hulu Tapan" tersebut diikuti siswa-siswi SMPN 1 Ranah Ampek Hulu Tapan sebagai mitra sasaran.

Pendekatan berbasis permainan dipilih agar materi lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan dibuka oleh Kepala SMPN 1 Ranah Ampek Hulu Tapan, Novarina, M.Pd., yang mengapresiasi pelaksanaan program pengabdian dari Universitas Negeri Padang.

Menurutnya, edukasi mengenai bullying penting diberikan kepada peserta didik yang sedang berada pada masa transisi menuju remaja.

"Ini menjadi suatu hal yang penting bagi kita, terutama siswa-siswa kami yang masih berada dalam masa transisi dari anak-anak menuju remaja, sehingga kegiatan ini dapat menjadi bekal bagi mereka dalam memahami pentingnya saling menghargai, membangun empati, dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta nyaman," ujarnya.

Pembelajaran Interaktif Bangun Empati dan Resiliensi Mental

Materi disampaikan oleh Redy Saputra MSPd MM, yang merupakan Guru Bimbingan dan Konseling. Melalui metode Game-Based Social Emotional Learning, peserta diajak mengenali berbagai bentuk bullying, memahami dampaknya terhadap kesehatan mental, serta melatih kemampuan mengelola emosi, membangun empati, bekerja sama, dan menyelesaikan konflik melalui permainan edukatif.

Ketua Pengabdian Universitas Negeri Padang, Ika Sandra MA, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan program pengabdian yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya di lingkungan sekolah.

"Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ranah belajar bagi kita, terutama teman-teman di SMP, bahwa bullying merupakan perilaku yang penting untuk dihindari dan dipahami dampaknya. Dengan memahami konsekuensi dari tindakan bullying, diharapkan seluruh siswa dapat bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, sehat, dan saling menghargai," katanya.

Selama kegiatan berlangsung, siswa mengikuti permainan, diskusi, dan sesi berbagi pengalaman mengenai interaksi sosial di lingkungan sekolah. Suasana belajar yang interaktif membuat peserta aktif berpartisipasi dalam setiap sesi.

Melalui Program Pengabdian UNP Berdampak, Universitas Negeri Padang berharap kesadaran siswa untuk menghargai sesama semakin meningkat sehingga budaya anti-bullying dapat tumbuh di lingkungan sekolah.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang inklusif, aman, dan kondusif bagi pembentukan karakter serta kesehatan mental peserta didik.(*)

Editor : Hendra Efison
SMPN 1 Ranah Ampek Hulu Tapan Game-Based Social Emotional Learning Program Pengabdian UNP Berdampak unp anti-bullying